PJ Gubernur Bali Apresiasi Kepedulian LSM Jaga Kebersihan Sungai di Bali

0
210
PJ Gubernur Bali Apresiasi Kepedulian LSM Jaga Kebersihan Sungai di Bali. Sumber foto: Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Penjabat (PJ) Gubernur Bali S.M Mahendra Jaya hari ini menerima kunjungan dari Organisasi Nirlaba, Sungai Watch, yang berkaitan dengan upaya penanganan permasalahan sampah plastik di Pulau Dewata. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Gubernur Bali pada Rabu 25 Oktober 2023.

Dalam pertemuan tersebut, PJ Gubernur Mahendra Jaya menyampaikan apresiasi atas kepedulian Sungai Watch terhadap lingkungan Bali dan upayanya dalam membantu mengatasi permasalahan serius yang dihadapi pulau ini. Beliau menyadari bahwa isu sampah plastik di Bali adalah permasalahan yang kompleks dan membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, bukan hanya tugas pemerintah semata.

Oleh karena itu, Mahendra Jaya mengundang Sungai Watch dan organisasi relawan lingkungan lainnya untuk bersama-sama mengentaskan permasalahan sampah di Bali dengan semangat gotong royong. Beliau juga menegaskan kesiapan pemerintah untuk menerima masukan yang konstruktif dari para relawan terkait upaya penanganan masalah sampah.

Baca Juga:  Wagub Giri Prasta Hadiri Karya Desa Adat Kutuh, Tegaskan Adat dan Budaya Jadi Akar Identitas Bali

“Sampah di Bali tidak tersortir, itu kendalanya,” ungkap Mahendra Jaya.

Beliau juga menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah merencanakan untuk menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung dengan mengalihkan pengelolaan sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) serta Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS3R) yang ada saat ini. Namun, kendala yang dihadapi adalah kapasitas pengolahan sampah yang belum mencapai tingkat optimal.

“Awalnya, TPST Kertalangu kami harapkan mampu mengelola 400 ton sampah per hari, namun kenyataannya hanya 150 ton, sementara produksi sampah di Bali mencapai 1100 ton per hari di wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan),” tambahnya.

PJ Gubernur Mahendra Jaya juga membahas masalah kebakaran yang terjadi di TPA Suwung dan TPA lainnya. Kejadian tersebut menjadi pelajaran penting bahwa pemilahan sampah harus dilakukan secara cermat. Bali telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) berbasis sumber dalam penanganan sampah, dan jika perda ini diterapkan secara maksimal, beban TPA akan berkurang. Oleh karena itu, perubahan paradigma masyarakat terkait pemilahan sampah menjadi suatu hal yang mendesak.

Baca Juga:  Kejaksaan Negeri Denpasar Musnahkan Ratusan Barang Bukti, Tegakkan Penegakan Hukum

“Saya harap ke depan kita bisa memasukkan pemilahan sampah dalam kurikulum pendidikan, bahkan hingga tingkat TK, sehingga generasi muda teredukasi untuk memilah sampah dengan baik,” ujar Mahendra Jaya.

Selain itu, PJ Gubernur Mahendra Jaya juga berencana untuk mengoptimalkan penerapan Perda Pemprov Bali No 5 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah, khususnya dalam penegakan hukum terkait pelanggaran dalam pembuangan sampah sembarangan. Beliau berharap langkah-langkah pencegahan dari semua pihak dapat membantu mengatasi permasalahan pengelolaan sampah di Bali.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Buka Seminar Reformasi Birokrasi ASN

Sementara itu, Pendiri Sungai Watch, Gary Bencheghib, menjelaskan bahwa organisasi mereka berfokus pada upaya menghentikan aliran sampah plastik sebelum mencapai laut. Cara yang ditempuh adalah dengan membersihkan sungai dan memasang jaring penangkap sampah. Selain kegiatan pembersihan, Sungai Watch juga aktif dalam kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

“Kami telah mengidentifikasi lebih dari 350 lokasi pembuangan sampah ilegal di Bali (titik oranye). Kami berkomitmen untuk membersihkan semua lokasi pembuangan ilegal ini melalui kegiatan pembersihan mingguan dan darurat. Namun, kami juga berharap keterlibatan Pemerintah Daerah Kabupaten dalam menertibkan Tempat Pembuangan Akhir ilegal yang semakin marak,” kata Bencheghib.

Pertemuan antara PJ Gubernur Mahendra Jaya dan Sungai Watch ini menjadi langkah awal dalam upaya bersama menangani permasalahan sampah plastik di Bali dan memastikan keberlanjutan keindahan pulau dewata. (yud/ub)