UPDATEBALI.com, DENPASAR – Di zaman sekarang ini, berbagai produsen sepeda motor banyak meluncurkan produk-produk berkualitas. Permintaan masyarakat terhadap sepeda motor irit dan berteknologi tinggi menuntut produsen untuk melakukan inovasi produk terbarunya. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi hemat energi, produsen harus berpikir keras untuk memberikan produk terbaik kepada masyarakat dan mengungguli pesaingnya.
Honda merupakan salah satu produsen sepeda motor yang terkenal dengan produk hemat bahan bakarnya. Teknologi Embedded Fuel Injection (FI) menjadikan Honda sebagai produsen sepeda motor dengan produk hemat energi. Keunggulan Honda dalam teknologi hemat bahan bakar juga meluas pada inovasi penerapan teknologi mesin – Enhanced Smart Power (eSP) yang telah digunakan pada sepeda motor matic terbaru Honda. Kombinasi FI dan eSP juga memperkuat posisi Honda sebagai produk hemat bahan bakar.
Region Head Astra Motor Bali Yohanes Kurniawan menyebutkan sepeda motor Honda PCX160 yang diklaim memiliki performa yang luar biasa dalam perjalanan dari Denpasar – Kintamani hanya menghabiskan 1 liter bahan bakar minyak (BBM).
Pilihan soal keiritan jatuh pada Honda PCX160. Dengan mengusung mesin generasi terbaru dengan kapasitas 160cc 4 katup eSP+, berpendingin cairan, yang mampu mengurangi gesekan dan menghasilkan tenaga maksimal hingga 11,8 kW/8500 RPM dengan torsi puncak 14,7 N.M/6500 RPM.
“Jalur Denpasar-Kintamani dipilih sebagai lokasi pengujian lantaran kontur jalan beragam. Seperti macet, trek lurus panjang, tanjakan, turunan hingga tikungan,” ucapnya pada Minggu 08 Oktober 2023.
Kurniawan menjelaskan, fitur Honda Selectable Torque Control (HSTC) pada Honda PCX160 memberikan rasa aman dalam mendukung performa terbaik model ini saat melintasi kondisi jalan yang licin. Kehadiran fitur ini mampu memberikan sensasi kesenangan mengendarai skutik premium ini tetap terjaga.
“Kenapa saya memilih Honda PCX160? Itu karena Honda PCX160 mampu mengkonsumsi bahan bakar mencapai 45 Km/liter. Pengetesan dilakukan melalui pengaktifan fitur ramah lingkungan Idling Stop System dengan metode pengetesan WMTC- EURO 3,” jelas Kurniawan.(den/ub)





