
UPDATEBALI.com, LOMBOK – Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terbukti mampu membantu pekerjaan manusia lebih efektif dan efisien. Meski begitu, perkembangan teknologi digital itu juga membawa dampak negatif: tercerabutnya etika dan budaya lokal. Sebagai pengguna digital terbesar, pelajar (milenial) harus mampu menjadi garda terdepan dalam pemanfaatan TIK beretika dan penuh tanggung jawab.
Untuk mengedukasi pelajar agar memiliki etika saat mengakses dunia digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menggelar webinar literasi digital untuk komunitas pendidikan di wilayah Bali-Nusa Tenggara, Jumat 29 September 2023 pagi, pukul 09.00 WITA.
Mengusung tema ”Etika Pelajar di Dunia Digital”, diskusi daring (online) itu akan menghadirkan tiga narasumber. Yakni: dosen Universitas Udayana, Bali, sekaligus anggota Japelidi Ni Made Ras Amanda, pengamat media dan komunikasi publik Sopril Amir, musisi dan pelaku industri event Raka Maukar, serta Anissa Rilia selaku moderator.
”Webinar ini bisa diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranbalinustra2909. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Kamis 28 September 2023.
Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, seperti halnya dunia nyata, di dunia digital juga berlaku etika digital. Etika dan etiket berinternet (netiket) harus dijunjung tinggi oleh pelajar saat berada di dunia digital. Apalagi, dalam ruang digital kita akan berinteraksi dengan berbagai macam orang dari latar belakang budaya yang berbeda-beda.
”Selain itu, aktivitas di internet juga akan meninggalkan rekam jejak digital apa pun yang telah kita perbuat. Rekam jejak yang baik (positif) akan lebih menguntungkan. Sementara rekam jejak yang kurang baik (negatif) berpotensi menjadi bom waktu dan bisa merugikan diri sendiri,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.
Dunia digital, lanjut Kemenkominfo, memiliki nilai-nilai utama seperti kreativitas, kolaborasi, dan daya kritis. Kreativitas dapat dikembangkan melalui pengalaman menggunakan media digital yang meliputi keterampilan mengolah kata, suara, angka, gambar, hingga pengenalan berbagai platform seperti media sosial, aplikasi layanan, situs, dan lainnya.
”Bisa dibilang, kemampuan dan kreativitas kita menjelajahi berbagai sudut dan potensi media digital ini menjadi sangat penting. Lalu, kolaborasi media digital yang cakupannya nyaris tak terbatas memungkinkan kita untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan berbagai pihak,” urai Kemenkominfo.
Kemenkominfo menambahkan, etika pelajar di dunia digital juga berarti tidak terlibat dalam aktivitas perjudian, ujaran kebencian, perundungan siber, maupun penyebaran berita bohong (hoaks).
”Untuk menghindari, pelajar butuh keterampilan komunikasi, negosiasi, dan menghargai pendapat orang lain,” pungkasnya.
Webinar literasi digital di lingkungan komunitas pendidikan merupakan salah satu upaya Kemenkominfo untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.
”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia pada tahun 2024,” tambah Kemenkominfo.
Untuk diketahui, program #literasidigitalkominfo tahun ini mulai dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.
Tahun ini, program Indonesia Makin Cakap Digital (IMCD) menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.
Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo. (yud/ub)


