Koperasi Harus Bangkit Ditengah Pandemi

0
138

UPDATEBALI.com, KLUNGKUNG – Pandemi Covid-19 yang belum usai memberikan dampak terhadap jalannya kegiatan usaha dan operasional koperasi. Dampak yang signifikan juga terjadi terhadap perkembangan koperasi di Kabupaten Klungkung seperti penjualan menurun, permodalan, dan kredit macet. Banyak juga koperasi yang melaporkan kesulitan operasional. Sebab, anggotanya tidak sanggup membayar cicilan, juga banyak yang menarik simpanan di koperasi simpan pinjam. Melihat situasi tersebut, Bupati Suwirta yang juga lama bergelut di dunia koperasi terjun langsung memantau perkembangan, memotivasi dan memberikan dukungan serta jalan keluar, Jumat (27/8/21).

Baca Juga:  Peringati HAN 2023, Mahasiswa KKN Unud Gelar Simakrama Urgensi Pararem Perlindungan Anak di Desa Pesinggahan

Adapun koperasi yang dikunjunginya yakni, Koperasi Konsumen Mitra Harum Mandiri di Semarapura Klod Kangin Klungkung, Koperasi Jasa Sari Murti Tutuan Anugrah Semeton Sejahtera di Jl. Raya Bukit Buluh Desa, Desa Gunaksa, Koperasi Konsumen Panya Artha Semaya di Dusun Pasekan, Desa Dawan Kaler, Koperasi Anugrah Semeton Sejahtera diJl. Sawo Kabeh Kelurahan Dawan Klod, KUD Artha Wiguna, di Jalan Raya Gelgel dan Koperasi Jasa Angkutan Siswa Klungkung, di Terminal Klungkung.

Baca Juga:  Sekda Denpasar Dukung Bulan Bakti Gotong Royong, Dorong Sinergi Jaga Kebersihan dan Budaya Lokal

Bupati Suwirta berharap koperasi bisa melakukan revitalisasi dan inovasi-inovasi jangan berpangku tangan dalam situasi kali ini. Pihaknya juga mengingatkan belajar dari pengalaman kegagalan koperasi tidak tertib. Administrasi di masing-masing koperasi ini bisa dilaksanakan tepat waktu.

“Jangan menunda-nunda kalau bisa secepat-cepatnya. Sekali tertunda makan akan menjadi masalah besar,” ujar Bupati Suwirta didampingi Kadis Koperasi UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Klungkung, I Wayan Ardiasa.

Baca Juga:  Dukung Pelestarian Budaya, Sekda Badung Bahas Pengembangan Museum Yadnya

Dari beberapa koperasi yang dikunjungi Bupati Suwirta melihat transparansi berjalan dengan baik. Ketergantungan pada satu admin perlu ditambah dan penggunaan teknologi lebih dimatangkan dengan korepasi jaman now sesuai dengan perkembangan teknologi informasi yang kuat dan tetap mempertahakan jati diri koperasi.

“Koperasi yang dibentuk benar-benar bisa dengan konsep dari, oleh dan untuk bisa dilaksanakan serta merangkul masyarakat di dalam situasi pandemi ini” Jelas Bupati Suwirta.(UB)