Teknik Menyusui dan Perawatan Payudara 

0
290
Ilustrasi ibu menyusui. sumber foto : antara

UPDATEBALI.com, JAKARTA – Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, dr. Fitra Sukrita Irsal, IBCLC, berbagi informasi mengenai teknik menyusui yang benar, salah satunya adalah tidak menggunakan bra dengan kawat yang dapat menekan kelenjar ASI dan menyebabkan sumbatan ASI.

“Dalam menyusui, penting untuk menggunakan bra yang nyaman, tidak terlalu kecil, dan tidak memiliki kawat yang bisa menekan kelenjar ASI dan menyebabkan saluran ASI tersumbat,” kata dr. Fitra melalui pesan elektronik kepada ANTARA pada hari Rabu.

Selain itu, dr. Fitra juga memberikan saran tentang cara membersihkan payudara saat mandi, yang sebaiknya dilakukan dengan cara yang sama seperti membersihkan anggota badan lainnya. Namun, saat membersihkan payudara, tidak perlu menggunakan sabun dan sebaiknya tidak menggosoknya terlalu kuat, karena hal ini dapat menyebabkan hilangnya minyak pelindung alami di kulit puting dan aerola, area berwarna gelap yang mengelilingi puting.

Baca Juga:  Apotek Daring, Mudah Tapi Mematikan: Ancaman Obat Palsu Mengintai

Bagi ibu yang sering memompa ASI, dr. Fitra menyarankan untuk memilih corong pompa dengan ukuran yang sesuai dan menggunakan tekanan yang cukup. “Jangan terlalu kuat hingga menyebabkan rasa sakit. Juga, jangan terlalu lama, biasanya setengah jam sudah cukup nyaman; jika lebih dari itu, dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada payudara,” kata dr. Fitra, yang juga seorang konselor laktasi yang berpraktik di RS Pondok Indah – Pondok Indah.

Baca Juga:  Masker Efektif Kurangi Risiko Terkena Varian COVID-19 Termasuk Omicron

Dr. Fitra mengingatkan bahwa menyusui dengan teknik dan manajemen yang baik memungkinkan bayi lebih mudah mendapatkan ASI. Salah satunya adalah memastikan cukup banyak bagian payudara masuk ke dalam mulut bayi saat menyusui, sehingga puting tidak akan tergesek-gesek dan menyebabkan lecet.

Menurutnya, dengan teknik menyusui yang benar, risiko bengkak payudara pada ibu lebih kecil karena bayi dapat mengosongkan payudara dengan lebih efisien. “Dengan teknik menyusui yang baik, bayi akan lebih mudah mengosongkan payudara sehingga tidak ada ASI yang tertinggal di dalam, yang bisa menyebabkan stasis ASI yang berlanjut menjadi mastitis,” jelasnya.

Baca Juga:  IDI: Vaksinasi Cacar Monyet untuk Orang Berisiko Tinggi

Stasis ASI terjadi ketika ASI tidak dikeluarkan dengan efisien dari payudara karena bayi tidak menghisap secara efektif atau teknik menyusui yang digunakan tidak benar. Sementara itu, mastitis merupakan peradangan pada jaringan payudara, salah satu penyebabnya adalah tersumbatnya saluran ASI.

Dengan memahami teknik menyusui yang benar, diharapkan ibu dan bayi dapat meraih manfaat maksimal dari proses menyusui. (ub/ant)