UPDATEBALI.com, BANGLI – Tradisi membagikan nasi kuning setelah melaksanakan banyu pinaruh merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan oleh warga Desa adat Sala, Desa Abuan, Susut, Bangli, Minggu 21 Mei 2023.
Tradisi ini sebagai simbol pengetahuan sudah ada dalam diri manusia sebagai bekal untuk mengarungi kehidupan.
Sehari setelah hari suci Saraswati, umat Hindu di Bali akan melaksanakan banyu pinaruh, baik itu di laut ataupun sumber mata air lainnya.
Setelah banyu pinaruh biasanya identik dengan menyantap labaan nasi kuning.
Seperti yang dilakukan oleh generasi muda di Desa Adat Sala, sejak pagi sudah sibuk mempersiapkan labaan nasi kuning.
Sebelum dibagikan nasi kuning terlebih dahulu di persembahkan dan diupacarai di Pura Balai Agung desa setempat.
Baca juga:
Bupati Giri Prasta Hadiri Acara Halal Bihalal dan Harlah Muslimat NU Ke-77 di Kabupaten Badung
Setelah upacara selesai nasi kuniuning pun langsung di bagikan kepada warga dan PEMEDEK di Pura Taman pecampuan Sala, yang telah selesai melakukan penglukatan secara gratis.
Bendesa Adat Sala I Wayan Subagia mengatakan, tradisi nunas nasi kuning ini, sebagai simbol bahwa pengetahuan sudah ada dalam diri manusia sehingga bermanfaat untuk mengarungi kehidupan.
"Ke depan akan diupayakan terus agar prosesi perayaan Saraswati kemudian di rangkaian dengan banyu pinaruh yang identik dengan nasi kuning bisa terus lestari untuk memperkokoh keberadaan adat tradisi dan budaya Bali," kata Bendesa Adat Sala. (put/ub)





