spot_img
spot_img
BerandaNewsH-1 Jelang Nyepi, Antrean Kendaraan Mulai Terjadi di Pelabuhan Gilimanuk 

H-1 Jelang Nyepi, Antrean Kendaraan Mulai Terjadi di Pelabuhan Gilimanuk 

 

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Jelang H-1 pelaksanaan Nyepi di Bali, antrean kendaraan terjadi di areal pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk. Penumpukan antrean kendaraan tersebut sudah terjadi sejak Senin malam 20 Maret 2023 hingga Selasa 21 Maret 2023 pagi.

Dari pantauan di lokasi, penumpukan kendaraan terjadi dari areal parkir dalam pelabuhan Gilimanuk.

Tampak kendaraan kecil pribadi hingga truk besar dan kontainer antre menunggu proses bongkar muat kapal penyeberangan.

Bahkan antrean sempat kendaraan sempat terjadi hingga keluar areal pelabuhan, hingga di depan Pura Dalam Gilimanuk.

"Saya dari jam 6 pagi di sini antre, belum juga dapat nyeberang," kata Dana Hermansyah (50) salah satu pengemudi kontainer asal Bandung ditemui di lokasi, Selasa 21 Maret 2023.

Baca Juga:  BI Bali Gelar SERAMBI 2025, Permudah Penukaran Uang Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional

Selama kurang lebih sekitar 4 jam, kita dia, hingga pukul 10.15 saat ditemui Update Bali, Hermansyah yang membawa barang ekspor dari Denpasar menuju pelabuhan Perak Surabaya ini masih menunggu giliran masuk ke dalam kapal.

{bbbanner2}

"Mungkin karena mau Nyepi, yang pulang ke Jawa dari Bali juga banyak," ujarnya.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk Kompol Dewa Putu Werdiana membenarkan sempat terjadi antrean kendaraan hingga keluar areal pelabuhan Gilimanuk sekitar 200 meter dari parkir manuver.

Menurutnya, antrean kendaraan tersebut disebabkan karena air laut mengalami surut, sehingga proses sandar kapal di dermaga LCM sedikit terganggu. 

Baca Juga:  Dukung Peningkatan Kualitas dan Wawasan, Pemkot Gelar Bimbingan Teknis Bagi Pengelola LPD di Kota Denpasar

"Tadi malam sempat terjadi antrean sampai di BPD, karena air laut surut. Disamping itu, ada insiden barang bawaan truk yang mengarah ke Bali jatuh (saat bongkar muat kapal) sehingga proses penyeberangan terganggu," kata Kapolsek Werdiana ditemui di pos II pelabuhan Gilimanuk.

{bbbanner}

Menurutnya, lonjakan arus kendaraan yang keluar Bali saat ini belum begitu terjadi lonjakan yang begitu signifikan. Namun diperkirakan H-1 jelang Nyepi, atau sebelum diberlakukan penutupan sementara Penyeberangan Gilimanuk selama 24 jam, arus kendaraan keluarga Bali akan mengalami lonjakan.

"Yang mau keluar (Bali) sementara masih netes, artinya belum begitu terjadi lonjakan signifikan," ungkapnya.

Baca Juga:  Diduga Sakit Menahun, Seorang Kakek di Jembrana Nekat Akhiri Hidup

Untuk antisipasi lonjakan tersebut, kata dia, pihaknya sudah mempersiapkan terminal portabel yang berada di sisi utara atau tepatnya di depan dermaga LCM untuk parkir truk truk besar.

Sehingga tidak terjadi penumpukan dan antrean panjang kendaraan saat proses bongkar muat kapal.

"Apabila terjadi lonjakan, kendaraan truk truk besar dan bus kalau terjadi trouble kita arahkan ke portabel langsung transit ke pelabuhan dan mengarah ke LCM. Kemudian mobil mobil KK (kendaraan kecil) kita masukan ke manuver," pungkasnya. (dik/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments