spot_img
spot_img
BerandaNewsGunung Merapi Erupsi, BPPTKG Minta Masyarakat Jauhi Kali Bebeng

Gunung Merapi Erupsi, BPPTKG Minta Masyarakat Jauhi Kali Bebeng

 

UPDATEBALI.com, YOGYAKARTA – Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso mengatakan, Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meluncurkan awan panas guguran pada Sabtu 11 Maret 2023 ke arah Kali Bebeng atau Kali Krasak.

"Saat ini erupsi masih berlangsung. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya," katanya.

Baca Juga:  Kabupaten Buleleng Siap Gelar Pemilu 2024 yang Aman dan Berintegritas

{bbbanner}

Pihaknya meminta masyarakat menjauhi jarak bahaya 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi di alur Kali Bebeng dan Krasak.

Hingga saat ini BPPTKG belum meberikan laporan resmi terkait jarak luncur awan panas guguran tersebut.

Berdasarkan pengamatan pada Sabtu 11 Maret 2023 mulai pukul 06.00-12.00 WIB, BPPTKG mencatat satu kali guguran lava keluar dari Gunung Merapi dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter ke arah barat daya.

Baca Juga:  Beberapa Bagian Patung Wisnu Murti di Tabanan Sudah Mulai Dipasang

Selama periode itu, Gunung Merapi juga tercatat mengalami sembilan kali gempa guguran, satu kali gempa fase banyak, dan 19 kali gempa vulkanik dalam, demikian Agus Budi Santoso.(ub/antara)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments