spot_img
spot_img
BerandaBaliBalon Gas Meledak Saat Harkopnas Bali di Klungkung, Bupati Satria Pastikan Korban...

Balon Gas Meledak Saat Harkopnas Bali di Klungkung, Bupati Satria Pastikan Korban Dapat Penanganan Maksimal

UPDATEBALI.com, KLUNGKUNG – Puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Bali yang digelar di Balai Budaya Ida Dewa Agung Jambe, Kabupaten Klungkung, Minggu, 19 Juli 2026, diwarnai insiden ledakan balon gas yang mengakibatkan sejumlah warga dan anak-anak mengalami luka bakar.

Pemerintah Kabupaten Klungkung bergerak cepat menangani kejadian tersebut. Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Ny. Eva Satria bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra langsung menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Klungkung untuk memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis.

Bupati Satria mengatakan pemerintah daerah memprioritaskan keselamatan para korban dengan mengerahkan seluruh tenaga medis agar proses penanganan berjalan maksimal.

Baca Juga:  Road To HAKORDIA 2022 di Gianyar, KPK Gaungkan Anti Korupsi

“Kami hadir langsung untuk menjenguk dan memastikan anak-anak serta warga yang menjadi korban mendapatkan penanganan medis yang paling maksimal dan terbaik dari tim dokter RSUD Klungkung. Seluruh daya upaya kami kerahkan agar para korban segera pulih,” ujar Bupati I Made Satria saat berada di ruang UGD RSUD Klungkung.

Berdasarkan data sementara dari pihak rumah sakit, insiden tersebut menyebabkan 11 orang menjadi korban. Sebanyak enam korban menjalani perawatan inap, dua orang masih mendapat penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD), sedangkan tiga korban lainnya yang mengalami luka ringan telah diperbolehkan pulang.

Peristiwa bermula ketika rentetan balon gas yang membawa banner pembukaan Harkopnas gagal mengudara akibat hujan serta beban banner yang dinilai terlalu berat. Balon kemudian turun dan tertahan di salah satu sudut lokasi kegiatan.

Baca Juga:  Refleksi Listrik Padam Massal di Bali, Warga Denpasar Tegaskan Mandiri Energi Harga Mati

Saat itu, seorang warga berupaya memutus tali pengikat agar balon dapat dibagikan kepada anak-anak yang berada di sekitar lokasi. Namun, ketika tali dipotong menggunakan korek api, percikan api diduga menyulut gas di dalam balon hingga memicu ledakan yang mengakibatkan bola api menyambar warga di sekitarnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Satria menegaskan perlunya evaluasi terhadap penggunaan balon gas dalam berbagai kegiatan publik. Ia meminta agar penggunaan balon gas tidak lagi dijadikan bagian dari prosesi seremonial di Kabupaten Klungkung demi menghindari risiko serupa.

Baca Juga:  Polres Badung Tangkap Napi yang Kabur dari Lapas Kerobokan

“Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Balon gas sangat riskan dan membahayakan keselamatan publik. Ke depannya, saya ingatkan di setiap event tidak ada lagi yang menggunakan balon gas. Lebih baik kita beralih ke alternatif lain yang lebih aman dan ramah lingkungan, seperti pelepasan burung atau simbolis lainnya,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Klungkung juga menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut dan berharap seluruh korban segera pulih. Masyarakat diimbau untuk selalu mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap kegiatan yang melibatkan benda atau material berpotensi membahayakan.

Hingga kini, para korban masih terus mendapatkan pemantauan dan perawatan dari tim medis RSUD Kabupaten Klungkung. (yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments