spot_img
spot_img
BerandaBaliPertengahan 2022, Kasus Gigitan Anjing di Buleleng Capai Angka 88 Kasus

Pertengahan 2022, Kasus Gigitan Anjing di Buleleng Capai Angka 88 Kasus

UPDATEBALI.com, BULELENG – Jumlah kasus gigitan anjing di Kabupaten Buleleng selama pertengahan 2022 sudah masuk kategori mengkhawatirkan. Sebab berdasarkan data yang didapat dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buleleng tercatat ada 88 kasus gigitan anjing.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Buleleng, Made Suparma menyampaikan jika kasus gigitan anjing di Buleleng hampir terjadi setiap hari. Hal itu jelas terlihat dari data yang dikirim oleh dokter di masing-masing kecamatan dan ditangani langsung Distan Buleleng.

Dari 88 kasus gigitan anjing itu, Suparma menyebutkan sebanyak 74 kasus dinyatakan positif rabies, 8 kasus negatif dan 6 sisanya tanpa sampel.

Baca Juga:  Dinas Lingkungan Hidup Bangli Melakukan Penyemprotan Rutin di TPA Landih untuk Antisipasi Kebakaran

“Hampir setiap hari terjadi kasus gigitan anjing di desa-desa. Rata-rata terjadi 3 kasus setiap hari,” sebut Suparma, Selasa (14/6/2022).

Tidak hanya itu, soal upaya dari Distan Buleleng mengatasi persoalan-persoalan gigitan anjing Suparma menerangkan jika dengan cara melakukan vaksinasi terhadap anjing. Bahkan dari total populasi anjing di Buleleng yang jumlahnya ada sekitar 93.397 ekor, sudah di vaksin sebanyak 20.895 ekor atau sekitar 22 persen.

“Kita juga sudah rutin lakukan vaksinasi, tapi belakangan ini kami terapkan vaksinasi emergency. Jadi kalau ada kejadian kami turun melakukan vaksinasi,â€? terang Kabid Suparma.

Baca Juga:  11 Peserta Ritual di Pantai Payangan Jember Ditemukan Meninggal

Disisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto mengatakan kasus gigitan anjing di Buleleng kondisinya sangat mengkhawatirkan. Dimana dari hasil pemeriksaan sampel yang dikirim untuk diteliti terdapat sebanyak 82 persen sampel yang dinyatakan positif mengidap rabies.

“Mestinya status Buleleng sudah warning dengan jumlah angka itu dan memang kasus gigitan anjing belakangan ini banyak sekali dan termasuk tinggi,” ungkap dr. Sucipto.

Menurut Sucipto kesiapan pemerintah dalam menangani kasus rabies sudah lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan setiap Puskesmas dan Rumah Sakit Pemerintah di Buleleng telah dijadikan sebagai rabies center oleh pemerintah.

Baca Juga:  Hari Lingkungan Hidup, HMTL Unud Buat Tempat Pengolahan Sampah Organik

Namun demikian yang masih menjadi sumber permasalahan yakni kesadaran masyarakat yang masih kurang untuk tidak meliarkan anjing peliharannya. Karena bukan hanya anjing liar saja yang menjadi momok utama dalam penyakit rabies ini, akan tetapi juga dari anjing peliharaan yang diliarkan oleh majikannya.

“Itu salah satu pencegahan sebenarnya kan itu, Cuma sekarang beberapa masyarakat belum sadar resikonya, padahal saat ini 6 orang sudah meninggal dan vaksin itu ada, itu yang kita sayangkan,” imbuh dr Sucipto.(diana/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments