UPDATEBALI.com, Jembrana – Ratusan warga rela antre berjam jam demi mendapatkan 2 liter minyak goreng (migor) di pasar murah. Seperti yang di ungkapkan salah seorang warga, yang mengaku sejak pagi menunggu ingin membeli minyak goreng.
“Sudah datang dari jam setengah delapan. Dua jam lebih saya menunggu,” kata Putu Antara Putra, warga Desa Batu Agung, pedagang nasi dan sarana upacara agama (banten).
Hal senada juga di ungkapkan Nadia, (50), Ibu rumah tangga asal Kelurahan Loloan. Minyak goreng sekarang ini sulit di dapat. Kalaupun dapat, harganya pun sudah mahal dan tidak bisa lebih dari dua liter.
“Saya beli di warung harganya bisa sampai 20 ribu per liter. Bersyukur di tempat ini ada pasar murah” ungkapnya.
Sementara, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Koprindag) Jembrana, bekerjasama dengan PT. Gieb Bali, mendistribusikan langsung minyak goreng kepada warga dengan menggelar pasar murah di areal parkir Pasar Ijogading, Kecamatan Jembrana, Sabtu (12/3/2022).
Kepala Dinas Koprindag Jembrana I Komang Agus Adinata mengatakan, pasar murah ini digelar guna menyikapi kelangkaan stok minyak goreng yang terjadi selama ini di pasaran.
“Ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, bahwa stok minyak goreng masih mencukupi di Jembrana” terangnya.
Menurutnya, sesuai data pasokan minyak goreng setiap hari dari PT. Gieb. Stok minyak goreng yang ada masih sangat mencukupi, bahkan melebihi dari kebutuhan normal.
“Kebutuhan normal di Jembrana, sesuai data yang kami terima, sebanyak 18 ribu karton” jelasnya.
Pasar murah minyak goreng ini lanjut Agus, merupakan sesi pertama yang dilaksana di dua tempat. Pertama, di Pasar Ijogading dan besok di Kantor Lurah Baler Bale Agung, Nagara.
“Sekarang kita mencoba 1800 liter minyak goreng, untuk 900 orang ” jelasnya.
Untuk pembelian di wajibkan terlebih dulu mendaftarkan KTP, untuk menghindari rebutan dan kerumunan warga yang tidak terkontrol. Setiap orang dibatasi membeli maksimal 2 liter minyak goreng. seharga 14 ribu per liter.
Disamping minyak goreng, disediakan juga beras dan bahan kebutuhan pokok lainnya. Pelaksanaan pasar murah minyak goreng ini langsung diserbu warga sekitar, hingga ada beberapa warga yang tidak kebagian karena minyak goreng keburu habis.(nal/ub)




