Penataan Jalan Gajah Mada, Pemkab Tabanan Hadirkan Identitas Singasana dan Sejarah Kota Tabanan

0
18
Penataan Jalan Gajah Mada, Pemkab Tabanan Hadirkan Identitas Singasana dan Sejarah Kota Tabanan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabanan, Ir. Gde Made Partana, S.T., M.Si. Sumber Foto : Humas Tabanan / Updatebali

UPDATEBALI.com, TABANAN – Penataan kawasan Jalan Gajah Mada, Kabupaten Tabanan, tidak hanya bertujuan memperindah wajah kota, tetapi juga menghadirkan ruang yang merepresentasikan identitas, sejarah, dan kebanggaan masyarakat setempat.

Keberadaan tulisan Kota Tabanan di kawasan tersebut belakangan menjadi perhatian masyarakat, terutama karena pusat pemerintahan Kabupaten Tabanan saat ini menggunakan identitas Singasana. Perbedaan penamaan ini menjadi ruang untuk memahami perjalanan sejarah dan perkembangan identitas daerah.

Melalui penataan Jalan Gajah Mada, Pemerintah Kabupaten Tabanan menghadirkan lima tulisan, yakni Aman Unggul Madani, Tabanan Era Baru, Jayaning Singasana, Kota Singasana, dan Kota Tabanan. Kelima tulisan tersebut membawa pesan mengenai semangat pembangunan, karakter daerah, serta perjalanan Tabanan dari masa ke masa.

Baca Juga:  Kejari Badung Selidiki Dugaan Korupsi KUR pada Bank BUMN

Kota Singasana merepresentasikan identitas pusat pemerintahan Kabupaten Tabanan saat ini. Sementara itu, Kota Tabanan memiliki nilai historis yang berkaitan dengan perjalanan perkembangan daerah dan ingatan kolektif masyarakat.

Kedua identitas tersebut dapat dipahami sebagai bagian dari perjalanan Kabupaten Tabanan. Penamaan Singasana dan Kota Tabanan memiliki konteks masing-masing yang dapat memperkaya pemahaman masyarakat mengenai sejarah serta perkembangan wilayah.

Baca Juga:  Hadiri Metatah Massal di Sobangan, Wabup Badung Serahkan Bantuan Rp500 Juta untuk Krama

Penataan kawasan Jalan Gajah Mada juga menunjukkan bahwa ruang publik memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar mempercantik lingkungan. Elemen visual yang hadir di ruang kota dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan mengenai jati diri daerah, arah pembangunan, dan nilai-nilai yang ingin diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dengan menghadirkan beragam tulisan tersebut, identitas masa kini dan jejak sejarah diharapkan dapat berjalan beriringan. Masyarakat dapat mengenal perkembangan daerahnya sekaligus menjaga nilai sejarah yang telah menjadi bagian dari kehidupan bersama.

Baca Juga:  Pemkab Tabanan Tutup Diklat Bela Negara, Pejabat Diminta Jadi Teladan dan Perkuat Sinergi

Pemahaman terhadap identitas daerah menjadi penting agar pembangunan tetap memperhatikan karakter lokal. Kemajuan wilayah dapat berjalan seiring dengan upaya merawat sejarah, budaya, dan ingatan kolektif masyarakat.

Tabanan memiliki sejarah, Singasana memiliki identitas, dan keduanya menjadi bagian dari perjalanan Kabupaten Tabanan. Melalui penataan ruang publik, masyarakat diharapkan semakin memahami keberagaman identitas tersebut serta memperkuat rasa memiliki terhadap daerahnya. (den/updatebali)