Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel, Inspektorat Buleleng Optimalkan Aplikasi Perisai

0
20
Inspektorat Buleleng menyosialisasikan aplikasi Perisai sebagai inovasi digital untuk membantu perangkat daerah mengidentifikasi, mengendalikan, dan mengevaluasi risiko demi meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
Inspektorat Buleleng menyosialisasikan aplikasi Perisai sebagai inovasi digital untuk membantu perangkat daerah mengidentifikasi, mengendalikan, dan mengevaluasi risiko demi meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. Sumber foto : Kominfosanti Buleleng/updatebali

UPDATEBALI.com, BULELENG – Pengelolaan Risiko Berbasis Aplikasi (Perisai) menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.

Untuk mendukung hal tersebut, Inspektorat Kabupaten Buleleng mendorong pemanfaatan aplikasi Perisai sebagai inovasi digital yang membantu perangkat daerah mengidentifikasi potensi permasalahan sejak dini serta memastikan langkah pengendalian berjalan lebih terukur.

Melalui sosialisasi aplikasi pengelolaan risiko, Inspektorat Kabupaten Buleleng mengajak perangkat daerah tidak hanya memahami penggunaan teknologi, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari budaya kerja untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Inspektorat Daerah Kabupaten Buleleng, Ni Made Susi Adnyani, saat memimpin sosialisasi Perisai di Ruang Rapat Unit IV, Kamis, 22 Oktober 2026.

Baca Juga:  Pemkab Bangli Hadirkan 6 Inovasi Unggulan, Digitalisasi Jadi Strategi Tingkatkan Pelayanan

Susi Adnyani mengatakan, inovasi yang dikembangkan harus memberikan manfaat nyata dan diterapkan secara konsisten. Menurutnya, keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan aplikasi, tetapi juga oleh komitmen para pengguna dalam menerapkannya.

Melalui sosialisasi ini, perangkat daerah diharapkan dapat memanfaatkan aplikasi secara optimal sehingga pengelolaan risiko berlangsung lebih mudah, sistematis, dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Wali Kota Jaya Negara Sambut Kunjungan Wali Kota Padang Panjang, Perkuat Peluang Kerja Sama Antardaerah

Lebih lanjut, Susi menjelaskan bahwa pengelolaan risiko berkaitan erat dengan penilaian Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi. Penilaian tersebut mencakup SPIP, Indeks Manajemen Risiko, dan Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi.

“Setiap perangkat daerah dituntut mampu mengidentifikasi dan mengelola risiko yang berpotensi menghambat pencapaian target organisasi. Risiko tersebut dapat berupa risiko strategis maupun risiko operasional, sesuai karakteristik program, kegiatan, dan proses bisnis masing-masing perangkat daerah,” jelasnya.

Pengelolaan risiko tidak hanya berhenti pada tahap identifikasi. Setiap risiko perlu dinilai, ditentukan langkah pengendaliannya, dilaksanakan sesuai rencana, kemudian dievaluasi untuk mengetahui efektivitas upaya yang telah dilakukan.

Baca Juga:  Transparansi Jadi Kunci, Desa Mengening Buleleng Siap Hadapi Penilaian Desa Antikorupsi Bali

Melalui aplikasi Perisai, perangkat daerah diharapkan dapat mendokumentasikan proses pengelolaan risiko secara lebih tertib, mulai dari identifikasi dan penilaian risiko, penyusunan Rencana Tindak Pengendalian (RTP), hingga pemantauan dan evaluasi.

“Dengan komitmen bersama dan pemanfaatan inovasi digital secara optimal, Inspektorat Kabupaten Buleleng mendorong terwujudnya pengelolaan pemerintahan yang semakin berkualitas, berintegritas, dan berorientasi pada pencapaian sasaran pembangunan daerah,” tutupnya.(adv/updatebali)