Tekan Stunting di Badung, Wabup Bagus Alit Minta Data Balita Diperbarui Paling Lambat November

0
19
Wabup Bagus Alit Sucipta Badung saat rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Badung di Ruang Satya Gosana I, Inspektorat Puspem Badung, Rabu (21/10).
Wabup Bagus Alit Sucipta Badung saat rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Badung di Ruang Satya Gosana I, Inspektorat Puspem Badung, Rabu (21/10). Sumber foto : Humas Badung/updatebali

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat langkah strategis untuk mempercepat penurunan angka stunting.

Upaya ini dilakukan menyusul penyesuaian data prevalensi stunting berdasarkan ePPGBM (Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat).

Berdasarkan data tersebut, prevalensi stunting di Kabupaten Badung tercatat sebesar 2,5 persen atau 440 balita pada 2025. Angka ini mengalami penyesuaian menjadi 2,8 persen atau sekitar 485 balita pada 2026.

Perubahan angka tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Badung. Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, di Ruang Satya Gosana I, Inspektorat Puspem Badung, Rabu, 21 Oktober 2026.

Usai memimpin rapat, Bagus Alit Sucipta menjelaskan bahwa kenaikan prevalensi stunting tahun ini dipengaruhi oleh perluasan cakupan pendataan di lapangan. Pada 2025, pendataan hanya mencakup balita yang hadir secara langsung di Posyandu. Sementara pada 2026, cakupan pendataan diperluas hingga ke seluruh fasilitas kesehatan (faskes) resmi di Kabupaten Badung.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Ngenteg Linggih Pura Dalem Ambengan, Tegaskan Komitmen Jaga Budaya Bali

“Menyikapi kondisi ini, sesuai arahan Bapak Bupati Badung, langkah-langkah penanganan stunting menjadi perhatian serius Pemkab Badung. Kami melibatkan seluruh perangkat daerah, pemerintah desa/kelurahan, tenaga kesehatan, kader, hingga elemen masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, salah satu prioritas saat ini adalah melakukan validasi dan pemutakhiran data di lapangan terkait balita stunting serta keluarga yang masuk kategori berisiko stunting. Kader Integrasi Layanan Primer, Tim Pendamping Keluarga, dan Kader Pembangunan Manusia diinstruksikan memastikan keakuratan data tersebut paling lambat akhir November 2026.

Selain memperbarui data, Pemkab Badung juga memperkuat peran Posyandu melalui pola jemput bola dengan mendatangi rumah warga. Pendampingan, pemantauan kesehatan, edukasi gizi, hingga pemberian vitamin dilakukan sejak dini, mulai dari pasangan calon pengantin hingga masa kehamilan. Langkah pencegahan ini diharapkan dapat mengurangi risiko stunting pada bayi yang akan dilahirkan.

Baca Juga:  Wabup Ipat Terima Kunjungan Dirsismet Pusterad TNI

Untuk meningkatkan kinerja dan memotivasi kader di lapangan, Pemkab Badung akan menerapkan sistem apresiasi khusus yang dinilai lebih adil dan mampu mendorong semangat kerja.

“Para kader akan kita berikan reward berbasis kasus. Mereka tidak lagi sekadar menunggu di Posyandu atau faskes, tetapi aktif turun ke masyarakat. Setiap kasus yang ditemukan dan dilaporkan akan diberikan reward,” tegas Wabup.

Dari sisi penanganan medis, Bagus Alit Sucipta menugaskan Dinas Kesehatan untuk mengintensifkan intervensi spesifik secara cepat. Direktur RSUD Mangusada, RS Giri Asih, dan RS Suwiti diminta memberikan pelayanan medis secara optimal, termasuk menyediakan Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) bagi balita sesuai indikasi medis yang ditemukan.

Baca Juga:  Berenang di Pantai Gerokgak, Bocah 11 Tahun Hilang Terseret Arus

Pemkab Badung juga melibatkan perguruan tinggi dalam riset dan edukasi, Majelis Desa Adat (MDA) melalui pendekatan kearifan lokal, serta dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR/TJSL).

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Badung, I Made Wira Dharmajaya, melaporkan bahwa target penurunan stunting dalam RPJMD Kabupaten Badung 2025–2029 ditetapkan sebesar 7,20 persen pada 2025 dan diharapkan mencapai 6,40 persen pada 2029.

“Melalui tagging anggaran stunting, Pemkab Badung mengintegrasikan program dan kegiatan lintas sektor dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp 575 miliar yang tersebar di 11 perangkat daerah,” jelasnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri jajaran kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, para camat, perbekel/lurah, serta kepala puskesmas se-Kabupaten Badung.(den/updatebali)