KUR BRI Bantu Tukang Batu Alam di Bangli Kembangkan Usaha Ternak

0
25
KUR BRI Bantu Tukang Batu Alam di Bangli Kembangkan Usaha Ternak
KUR BRI Bantu Tukang Batu Alam di Bangli Kembangkan Usaha Ternak. Sumber Foto : Humas Bangli / Updatebali

UPDATEBALI.com, BANGLI – Bekerja sebagai tukang batu alam tidak menghalangi pekerja di Banjar Dukuh, Desa Bunutin, Bangli, untuk mengembangkan usaha peternakan di rumah.

Sejumlah pekerja memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI untuk membeli bibit ternak sapi dan babi sebagai sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Pemilik usaha batu alam, I Nengah Mudiarsa, mengatakan dirinya mendorong para pekerja untuk memiliki usaha produktif di luar pekerjaan utama. Menurutnya, peternakan menjadi salah satu pilihan karena dapat dikelola di rumah tanpa mengganggu pekerjaan sebagai tukang batu.

“Kalau punya usaha sambilan, penghasilan jangan sampai habis untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa disisihkan untuk usaha, misalnya ternak,” ujar Mudiarsa.

Dorongan tersebut diikuti sejumlah pekerjanya. Mereka memanfaatkan KUR BRI untuk membeli bibit ternak dan mengembangkan usaha secara bertahap. Bahkan, ada pekerja yang telah mengakses pembiayaan hingga tiga kali dengan nilai pinjaman yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha.

Baca Juga:  Dukung Anak Muda dan Budaya Lokal, Gubernur Koster Buka PICA Fest 2025 dengan Semangat Kolaborasi

Salah satunya Wayan Budiasa. Selain bekerja sebagai tukang batu alam, ia menjalankan usaha pertanian dan peternakan di rumah untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Selain kerja di sini, saya punya usaha lain seperti pertanian, sawah, memelihara sapi dan babi. Itu untuk menunjang kehidupan dan menanggung beban anak-anak,” kata Budiasa.

Budiasa telah tiga kali memanfaatkan KUR BRI. Pada pembiayaan pertama, ia memperoleh sekitar Rp25 juta. Pada pembiayaan berikutnya, masing-masing sekitar Rp50 juta.

Dana tersebut digunakan untuk membeli bibit sapi dan mengembangkan usaha peternakan.

“Yang pertama untuk usaha beli sapi, yang kedua untuk membeli dan memelihara babi,” ujarnya.

Saat ini, Budiasa memilih lebih fokus memelihara sapi. Ia sebelumnya sempat memelihara babi, tetapi memilih berhenti sementara untuk menjaga kebersihan kandang.

Baca Juga:  Sarung Tangan "Kondom" Bawa Nuansa Duyung di Pekan Mode Paris

Sementara itu, sapi tetap dipelihara hingga mencapai ukuran yang siap dijual. Salah satu sapi betina miliknya pernah terjual sekitar Rp9 juta hingga Rp10 juta.

Hasil penjualan ternak kemudian digunakan kembali untuk mengembangkan usaha sekaligus membantu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak.

Bagi Budiasa, peternakan menjadi usaha sampingan yang dapat memberikan tambahan pendapatan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama sebagai tukang batu alam.

“Kalau untuk sambilan, sudah dapat untung dari harga jualnya, pakan sudah terganti, sisanya untuk kebutuhan keluarga,” kata pria yang memiliki tiga anak tersebut.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan BRI terus mendorong pelaku usaha mikro dan kecil memanfaatkan akses pembiayaan secara produktif untuk mengembangkan usaha.

Baca Juga:  Pulihkan UMKM Bali, PLN Optimalisasi Pendampingan Ekonomi Warga Pesanggaran

Menurutnya, KUR BRI dapat menjadi pengungkit bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha sesuai potensi yang dimiliki, termasuk sektor peternakan rakyat.

“Pembiayaan KUR kami dorong untuk digunakan secara produktif, sehingga tidak hanya membantu menambah modal, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan dan memperkuat ekonomi keluarga,” ujar Hery.

Kisah Budiasa menunjukkan pemanfaatan pembiayaan KUR dapat diarahkan untuk membangun usaha produktif secara bertahap. Usaha peternakan yang dijalankan di sela pekerjaan sebagai tukang batu alam menjadi salah satu cara keluarga mengembangkan sumber pendapatan sekaligus membangun aset produktif.

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, usaha ternak sapi dan babi dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat lokal. (yud/updatebali)