Fight For A Cure Kembali Digelar, 40 Petarung Galang Dukungan untuk Riset Kanker

0
21
Fight For A Cure kembali digelar di Nuanu Creative City, mempertemukan komunitas kebugaran Bali untuk menggalang dukungan bagi riset kanker dan memperluas dampak sosialnya.
Fight For A Cure kembali digelar di Nuanu Creative City, mempertemukan komunitas kebugaran Bali untuk menggalang dukungan bagi riset kanker dan memperluas dampak sosialnya. Sumber foto : Istimewa/updatebali

UPDATEBALI.com, TABANAN – Fight For A Cure kembali digelar di Nuanu Creative City untuk edisi keempat. Kegiatan ini mempertemukan lebih dari 30 gym (pusat kebugaran) dari seluruh Bali, 40 petarung, serta lebih dari 1.500 pendukung dengan tujuan bersama menggalang dukungan bagi riset kanker. Edisi keempat Fight For A Cure berlangsung di Block 42, Nuanu Creative City.

Tahun ini, Nuanu Social Fund (NSF) meningkatkan dukungannya terhadap inisiatif tahunan Germ Cell menjadi hampir Rp117 juta (sekitar US$6.500). Nilai tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan kontribusi sebesar Rp45 juta (sekitar US$2.500) pada 2025.

Peningkatan dukungan tersebut melanjutkan momentum penyelenggaraan tahun sebelumnya sekaligus menunjukkan komitmen berkelanjutan NSF terhadap inisiatif berbasis komunitas yang memiliki dampak sosial terukur.

Dampak tersebut terlihat dari semakin luasnya cakupan kerja Germ Cell. Hingga kini, Germ Cell telah menyalurkan sekitar Rp1,5 miliar (US$83.000) untuk riset kanker, termasuk mendukung kegiatan di Chris O’Brien Lifehouse serta penelitian yang dipimpin Dr. Kim Alexander dan Profesor Jeremy Crook.

Baca Juga:  Magic Garden Genap Setahun, Nuanu Hadirkan Delapan Zona Edukasi Alam untuk Publik

Germ Cell mendukung penelitian yang berfokus pada sejumlah tantangan dalam penanganan kanker, mulai dari deteksi dini dan pengenalan kekambuhan hingga pengembangan terapi yang lebih efektif untuk jenis kanker agresif.

Dr. Kim Alexander meneliti kemungkinan penggunaan tes darah sederhana untuk membantu mendeteksi kembalinya glioblastoma sekaligus memantau respons pasien terhadap pengobatan. Sementara itu, Profesor Jeremy Crook mengkaji cara agar obat kanker dapat menjangkau sel tumor secara lebih efektif. Pendanaan untuk Chris O’Brien Lifehouse juga mendukung riset dan layanan perawatan kanker yang lebih luas.

Germ Cell didirikan oleh Kai Suteja, penyintas kanker yang dua kali berhasil melawan penyakit tersebut. Inisiatif ini berawal dari komunitas kebugaran di Bali dan kemudian berkembang menjadi acara penggalangan dana tinju tahunan yang mempertemukan petarung, gym, pelaku usaha, dan pendukung lokal untuk mendukung riset kanker.

Hubungan personal dengan kanker juga tercermin dari para petarung yang tampil di atas ring. Anatoli dari Lions MMA kehilangan bibinya akibat kanker darah ketika masih kecil. Pengalaman tersebut turut mengantarkannya ke dunia tinju dan tahun ini ia bertarung untuk mengenang sang bibi.

Baca Juga:  Buka Musrenbang 2026, Gubernur Koster Tancap Gas Program Strategis

Sementara itu, Jake dari The Block mendedikasikan pertandingannya untuk kedua orang tuanya yang sama-sama telah berhasil melewati kanker. Kisah para petarung tersebut memberikan dimensi personal dalam gerakan komunitas melalui Fight For A Cure.

“Bagi banyak orang yang terlibat dalam Fight For A Cure, kanker adalah sesuatu yang sangat personal. Banyak dari mereka yang pernah kehilangan orang terdekat, atau melihat orang yang mereka sayangi berjuang melawan kanker. Fight For A Cure menjadi salah satu cara untuk mengubah pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang berarti. Banyak petarung yang naik ring untuk mewakili mereka yang tidak bisa melakukannya sendiri. Menang atau kalah, kemenangan yang sebenarnya adalah dana yang berhasil kami kumpulkan untuk mendukung riset kanker. Dengan sains yang lebih baik, kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik, dan saya rasa itu adalah sesuatu yang bisa didukung oleh semua orang,” ujar Kai Suteja, Founder Germ Cell.

Baca Juga:  Nuanu Real Estate Perkenalkan X Hotel, Proyek Perhotelan Perdana yang Terbuka untuk Investasi

Bagi Nuanu Social Fund, peningkatan kontribusi tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan terhadap inisiatif yang telah menunjukkan partisipasi komunitas secara konsisten di Bali serta memiliki tujuan sosial yang jelas.

“Kami meningkatkan dukungan karena Fight For A Cure telah membuktikan kemampuannya dalam menggerakkan komunitas dan mengubah partisipasi tersebut menjadi dukungan yang nyata,” kata Ida Ayu Astari Prada, Head of Nuanu Social Fund.

“Inisiatif ini berhasil membangun partisipasi yang konsisten dari komunitas kebugaran di Bali, sekaligus menghubungkan semangat gotong royong tersebut dengan dukungan nyata untuk riset kanker. Bagi NSF, ini merupakan model dampak yang kuat, bagaimana partisipasi dari komunitas lokal dapat diwujudkan menjadi dukungan bagi riset yang relevan dan berdampak bagi pasien,” tambahnya.

Fight For A Cure digelar pada 3 Oktober 2026 di Block 42, Nuanu Creative City. Memasuki edisi keempat, kegiatan ini terus mempertemukan komunitas kebugaran Bali untuk mendukung riset kanker dan memperluas dampak aksi bersama tersebut hingga melampaui ring.(yud/updatebali)