UPDATEBALI.com, BULELENG – Seorang bocah berusia 11 tahun dilaporkan hilang setelah terseret arus saat berenang di Pantai Gerokgak, Kabupaten Buleleng, pada Kamis 24 September 2026. Hingga malam hari, korban belum ditemukan dan masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Korban diketahui bernama Gede Adimas Raditya Wibawa, siswa kelas 5 SD yang berdomisili di Banjar Dinas Batuagung, Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 Wita. Saat itu, korban bersama dua anak lainnya sedang berenang di Pantai Gerokgak dengan menggunakan styrofoam.
Ketiganya kemudian terseret arus ke arah tengah laut. Dua anak berhasil diselamatkan oleh warga, sedangkan Gede Adimas terseret arus hingga akhirnya tidak terlihat.
Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sekitar pukul 17.10 Wita dari Kadek Partha, anggota Polsek Gerokgak.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng yang terdiri dari enam personel langsung menuju lokasi sekitar pukul 17.30 Wita.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan mengatakan, tim langsung melakukan pencarian setelah tiba di lokasi.
“Pada pukul 18.00 WITA, rubber boat bergerak ke arah utara,” Kata Donny Indrawan, Jumat 25 September 2026.
Pencarian dilakukan melalui dua jalur. Empat personel menggunakan rubber boat untuk menyisir perairan ke arah utara dari lokasi kejadian, sementara personel lainnya melakukan penyisiran di sepanjang pesisir.
Penyisiran menggunakan rubber boat berlangsung hingga pukul 18.40 Wita. Pencarian kemudian dilanjutkan melalui jalur darat dengan menyisir pesisir ke arah barat dan timur.
“Tim yang berada di lapangan, khususnya di pesisir pantai, melaksanakan penyisiran ke arah timur dan barat,” Imbuhnya.
Namun, hingga operasi pencarian hari pertama dihentikan pada pukul 20.00 Wita, korban belum ditemukan. Tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan pencarian pada Jumat 25 September 2026 pagi.
“Pencarian akan terus dilakukan sesuai dengan rencana operasi dan perkembangan situasi di lapangan. Apabila korban belum ditemukan, operasi pencarian dapat dilaksanakan hingga tujuh hari, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta situasi keselamatan tim di lapangan,” ujar Donny.
Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan melibatkan Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Polairud Polres Buleleng, Polsek Gerokgak, Babinsa Gerokgak, TNI AL Celukan Bawang, Camat Gerokgak beserta perangkat desa, Cendana Mutiara, Satpol PP Gerokgak dan keluarga korban.(Dna/updatebali)



