Jembrana Siap Miliki Pelabuhan Perikanan Modern, Pengambengan Masuk Proyek Strategis Nasional

0
44
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mendorong percepatan pengembangan PPN Pengambengan yang dijadwalkan groundbreaking pada 29 September 2026 agar memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mendorong percepatan pengembangan PPN Pengambengan yang dijadwalkan groundbreaking pada 29 September 2026 agar memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Sumber foto : Humas Jembrana/updatebali

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Proyek strategis pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan dipastikan memasuki babak baru.

Peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek penataan kawasan pelabuhan yang termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dijadwalkan berlangsung pada 29 September 2026 mendatang.

Kepastian tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Konstruksi PPN Pengambengan yang digelar di Ballroom Ir. Soekarno, Kamis, 10 September 2026.

Rencana pemindahan pelabuhan ikan dari Benoa ke Pengambengan ini menjadi titik baru setelah digagas dan direncanakan sejak 2019.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan seluruh kementerian terkait hingga rencana jangka panjang tersebut dapat terealisasi.

Kembang berpesan agar pada tahap awal pengerjaan fisik, pengerukan sedimentasi di mulut kolam labuh dermaga menjadi prioritas. Langkah tersebut dinilai mendesak karena pendangkalan akibat sedimentasi mengganggu alur keluar-masuk kapal nelayan. Kembang mengaku menerima langsung keluhan tersebut dari masyarakat pesisir.

Baca Juga:  Tingkatkan Kompetensi Publikasi Internasional, Tim UPIKS Pascasarjana Ikuti Workshop Tim Jubir Udayana

“Terimakasih kepada semua pihak, pemerintah pusat, kementerian, dan semuanya yang terlibat langsung, sehingga pelaksanaan kegiatan ini berada pada titik ini. Jadi, ini memang diskusi yang cukup panjang sejak 2018–2019 saat penataan Benoa selesai, maka kapal ikan yang ada di Benoa akan pindah ke Jembrana. Gagasan itu juga pernah saya sampaikan kepada bapak Erick Thohir serta Ibu Menteri Susi kala itu, dan beliau merespon positif,” ujar Kembang.

Ia menegaskan, keberadaan proyek tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal dan lingkungan, khususnya para pemilik jukung dan perahu di wilayah tersebut.

“Saya sarankan tadi di awal pengerjaan proyek itu awali dulu dengan pengerukan mulut kolam labuh. Ada pendangkalan, sedimentasi, supaya itu dikeruk sehingga kapal-kapal yang selama ini sulit masuk bisa masuk,” tegasnya.

Terkait penanganan potensi banjir di pemukiman sekitar kawasan pelabuhan, Kembang menyebut skema teknis aliran air sudah dipahami dan disiapkan oleh tim pelaksana. Selain persoalan lingkungan, ia juga menekankan pentingnya penyerapan potensi lokal, baik dari sisi tenaga kerja maupun pemasok bahan bangunan.

Baca Juga:  Pj Gubernur Bali Ajak DPD RI Bersinergi Atasi Permasalahan Krusial Pulau Dewata

“Manfaatkan potensi lokal, ada tenaga kerja lokal, termasuk supplier lokal yang memang memenuhi kriteria supaya potensi ini juga bisa tertampung. Sehingga mereka merasakan dampaknya dari awal, merasa memiliki. Termasuk juga jangan sampai proyek ini meninggalkan masalah,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Bupati Kembang optimistis pengembangan PPN Pengambengan nantinya tidak hanya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga memicu efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.

“Potensi PAD bagi kami penting, tetapi yang paling penting bagaimana dampak ekonomi, multiplier effect terhadap keberadaan proyek ini. Akan banyak sekali terbangun pabrik, membutuhkan tenaga kerja, dan banyak orang datang. Tentu kita melihat potensi itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan Kartono menyampaikan seluruh persiapan administratif telah selesai dan tahapan pembangunan fisik akan segera dimulai.

Baca Juga:  TPID Bali Siaga Hadapi Lonjakan Kebutuhan Hari Raya, Sekda Dewa Indra Minta Pengawasan Diperketat

“Kegiatan groundbreaking akan dilaksanakan sebagai tanda dimulainya konstruksi fisik ini pada 29 September 2026. Kontrak untuk pelaksanaan proyek ini telah selesai ditandatangani di Jakarta pada tanggal 7 Agustus 2026 dengan CRBC dan Nindya Karya selaku kontraktor pelaksana pekerjaan konstruksi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penetapan proyek ini didasarkan pada potensi besar dan posisi strategis Pengambengan dalam peta perikanan nasional.

“Pelabuhan Perikanan Pengambengan telah ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam rangka program Integrative Fishing Port and International Fish Market (FIS-1) yang didukung oleh pembiayaan luar negeri melalui IsDB. PPN Pengambengan dipilih karena strategis dengan potensi sumber daya ikan yang besar. Pelabuhan ini dirancang untuk menjadi pusat aktivitas perikanan tangkap yang modern, efisien, dan terintegrasi dengan rantai pasok hilir,” tandasnya.(yud/updatebali)