Upacara Adat Massal di Kuta Digelar, Bupati Adi Arnawa Puji Semangat Kebersamaan Krama

0
39
Upacara Atma Wedana, Nyekah Kurung Nyatur Rebah, dan Upacara Manusa Yadnya (Mepandes/Metatah), Kamis (10/9), di Pura Segara, Kelurahan Kuta.
Upacara Atma Wedana, Nyekah Kurung Nyatur Rebah, dan Upacara Manusa Yadnya (Mepandes/Metatah), Kamis (10/9), di Pura Segara, Kelurahan Kuta. Sumber foto : Humas Badung/updatebali

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Krama Desa Adat Kuta melaksanakan rangkaian Upacara Atma Wedana, Nyekah Kurung Nyatur Rebah, serta Upacara Manusa Yadnya (Mepandes/Metatah), Kamis, 10 September 2026.

Rangkaian upacara tersebut dipusatkan di Bale Peyadnyan, Pura Segara, Kelurahan Kuta, dengan Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Wijaya Nanda dari Griya Kutuh sebagai Yajamana Karya.

Semangat gotong royong krama Desa Adat Kuta dalam pelaksanaan upacara massal tersebut mendapat apresiasi dari jajaran pimpinan daerah.

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, dan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti hadir sebagai upasaksi sekaligus mengikuti prosesi Ngastawang.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya di Sembung, Soroti Semangat Ngayah dan Kepedulian Lingkungan

Dalam sambutannya, Wagub Bali menyampaikan bahwa Pemprov Bali bersama Pemkab Badung terus bersinergi dalam penataan wilayah Kuta, termasuk melalui rencana pembangunan moda transportasi Trem.

Ia juga berpesan agar persatuan krama adat tetap dijaga demi masa depan generasi penerus.

“Masyarakat Kuta harus menjadi tuan di rumahnya sendiri. Kami mendoakan agar pelaksanaan upacara berjalan lancar dan krama Desa Adat Kuta tetap bersatu-padu menanggung suka dan duka,” kata Giri Prasta.

Seusai acara, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas persatuan dan semangat gotong royong warga Desa Adat Kuta dalam melaksanakan upacara adat dan Manusa Yadnya secara massal.

Baca Juga:  HUT ke-46 STT Widya Dharma, Momentum Bupati Adi Arnawa Perkuat Peran Pemuda Badung

“Selain dapat meringankan beban ekonomi krama, pelaksanaan upacara massal yang dikerjakan secara bersama-sama oleh 13 Banjar ini menjadi bukti nyata kokohnya kebersamaan dan tradisi gotong royong warga Desa Adat Kuta. Kami berkomitmen untuk terus hadir mendampingi dan memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian adat, agama, dan budaya di Kabupaten Badung,” ujarnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana melaporkan, upacara massal tersebut meliputi Ngaben (12 sawa), Nyekah (91 sawa), Warak Keruron (60 sawa), Ngelangkir (20 sawa), dan Mepandes (68 orang). Puncak karya adat tersebut dijadwalkan pada 11 September.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Tegaskan Komitmen Bangun Pariwisata Berbasis Nilai Lokal di BBTF Cultural Dinner

“Seluruh banten dikerjakan oleh serati banten dari 13 Banjar di Desa Adat Kuta. Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Badung dan Provinsi Bali yang telah banyak membantu, serta krama yang bahu-membahu menyukseskan kegiatan ini,” jelas Alit Ardana.

Upacara tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana, I Nyoman Sudana, I Wayan Puspa Negara, Sekcam Kuta I Putu Dedik Adi Ardiana beserta unsur Tripika, Bendesa Madya MDA Badung Ida Bagus Gede Widnyana, serta perwakilan PHDI, MDA Kecamatan Kuta, Bendesa Adat se-Kecamatan Kuta, perwakilan Lurah Kuta, dan krama desa.(den/updatebali)