200 Tukik Kembali ke Habitat, Aksi Pelestarian Warnai Tumpek Uye di Jembrana

0
160
Peringatan Hari Tumpek Uye atau Tumpek Kandang di Kabupaten Jembrana diisi dengan kegiatan pelestarian penyu. Sebanyak 200 ekor tukik dilepasliarkan di kawasan Konservasi Penyu Kurma Asih, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Sabtu 5 September 2026.
Peringatan Hari Tumpek Uye atau Tumpek Kandang di Kabupaten Jembrana diisi dengan kegiatan pelestarian penyu. Sebanyak 200 ekor tukik dilepasliarkan di kawasan Konservasi Penyu Kurma Asih, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Sabtu 5 September 2026. Sumber foto: Humas Jembrana/Updatebali

UPDATEBALI.com, JEMBRANA — Peringatan Hari Tumpek Uye atau Tumpek Kandang di Kabupaten Jembrana diisi dengan kegiatan pelestarian penyu. Sebanyak 200 ekor tukik dilepasliarkan di kawasan Konservasi Penyu Kurma Asih, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Sabtu 5 September 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna dan Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi. Sejumlah unsur Forkopimda, pejabat di lingkungan Pemkab Jembrana, serta komunitas dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian penyu juga ikut dalam agenda pelepasliaran tersebut.

Baca Juga:  Jembrana Buka Seri Perdana Kejurnas Time Rally 2026, Puluhan Pereli Adu Ketepatan dan Strategi

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata pemuliaan terhadap satwa dan lingkungan sesuai makna Tumpek Kandang.

“Hari ini kita melaksanakan pelepasan tukik memperingati hari Tumpek Kandang. Jadi ini sebagai upaya kita merawat hewan, menjaga kehidupan, dan menjaga keseimbangan alam kita. Kalau kita menyayangi alam, maka alam pun akan menyayangi kita,” ujar Bupati Kembang.

Baca Juga:  Banjir Merendam 400 Rumah di Desa Pengambengan

Sementara itu, Ketua Kelompok Konservasi Penyu Kurma Asih, I Wayan Anom Astika, menjelaskan bahwa seluruh tukik yang dilepasliarkan merupakan spesies penyu lekang yang baru menetas.

“Ada 200 ekor dan itu semua jenisnya penyu lekang. Itu yang menetas tadi pagi dan baru kemarin,” jelas Anom.

Ia menambahkan bahwa pihak konservasi selalu berpegang teguh pada prinsip pelestarian alam tanpa eksploitasi agar rantai ekosistem tetap terjaga secara alami.

Baca Juga:  Sambut HUT Polwan ke-75, Kapolres Klungkung Bersama Ibu Bhayangkari Lepas Tukik di Pantai Watuklotok

“Kurma Asih melakukan konservasi. Tidak ada eksploitasi, dia perlakuannya tidak merasa disiksa, dia tidak boleh ditahan. Soalnya secara nalurinya dia kan satwa liar,” tegasnya.

Peringatan Tumpek Kandang ini diharapkan dapat terus membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat Jembrana untuk aktif menjaga kelestarian satwa liar dan ekosistem pesisir pada khususnya.(yud/updatebali)