Tanah Lot Art and Food Festival VII Ditutup, Wabup Dirga Tekankan Pelestarian Budaya dan Laut

0
105
Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga menutup Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 sekaligus mengapresiasi konsistensi festival dalam melestarikan seni, budaya, kuliner, dan pariwisata Tabanan.
Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga menutup Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 sekaligus mengapresiasi konsistensi festival dalam melestarikan seni, budaya, kuliner, dan pariwisata Tabanan. Sumber foto : Humas Tabanan/updatebali

UPDATEBALI.com, TABANAN – Rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari penuh dengan sajian seni, budaya, kuliner, dan hiburan.

Penutupan festival yang mengusung tema “Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya” tersebut dilaksanakan di Wantilan DTW Tanah Lot, Minggu, 30 Agustus 2026.

Bupati Tabanan yang dalam kesempatan tersebut diwakili Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, menyampaikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan festival yang menjadi ruang untuk mengangkat sekaligus memperkenalkan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan potensi pariwisata Tabanan.

Festival yang berlangsung sejak 28 hingga 30 Agustus 2026 ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan berbagai potensi Tabanan kepada khalayak yang lebih luas.

Baca Juga:  Waspada Pungutan Liar, Unud Tegaskan Biaya Kuliah Mengacu Permendikbud

Kegiatan penutupan tersebut turut dihadiri jajaran Forkompinda Tabanan atau yang mewakili, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda beserta para Asisten Setda, para kepala perangkat daerah, Camat se-Kabupaten Tabanan, Penglingsir Puri Kediri, Manajer DTW Tanah Lot, tokoh masyarakat setempat serta para undangan terkait.

Dalam sambutan Bupati Tabanan yang disampaikan Wabup Dirga, ditegaskan bahwa Tanah Lot memiliki posisi istimewa sebagai destinasi wisata yang telah dikenal hingga mancanegara.

Panorama alam Tanah Lot merupakan anugerah sekaligus warisan leluhur yang harus dijaga keberlangsungannya.

Selain itu, Wabup Dirga mengapresiasi berbagai pertunjukan seni, budaya, hingga kuliner tradisional yang ditampilkan selama pelaksanaan festival. Menurutnya, keberagaman tersebut menunjukkan bahwa Tabanan memiliki potensi lokal yang kaya dan layak untuk terus dikembangkan.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Buka Turnamen Bulu Tangkis Aura Bali Badminton Open 2023

“Selama tiga hari ini kita telah menyaksikan berbagai pertunjukan seni, budaya dan kuliner tradisional yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa daerah kita sangat kaya akan seni, budaya, kuliner tradisional dan berbagai potensi menarik lainnya,” ujar Dirga saat itu.

Mengangkat tema “Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya” yang dimaknai sebagai menjaga kekuatan samudra menuju keharmonisan dan keseimbangan alam semesta, festival ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga dan melestarikan laut sebagai warisan bernilai bagi generasi mendatang.

“Event ini bukan hanya sekadar ajang hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat identitas budaya kita serta memperkenalkan kekayaan warisan nenek moyang kepada generasi muda dan dunia,” tutur Dirga.

Baca Juga:  Wabup Buleleng Ajak Umat Beragama Perkuat Toleransi di Momen Nyepi dan Idulfitri

Pihaknya menambahkan, Tanah Lot Art and Food Festival menjadi langkah strategis dalam mempromosikan seni, budaya, adat istiadat, kuliner serta berbagai kearifan lokal Tabanan, sekaligus sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabanan.

Menutup sambutannya, Wabup Dirga berharap Tanah Lot Art and Food Festival dapat terus dilaksanakan secara konsisten setiap tahun sebagai ruang hiburan bagi masyarakat dan wisatawan sekaligus penggerak promosi kawasan wisata Tanah Lot.

“Saya sangat berharap event ini bisa dilaksanakan secara konsisten setiap tahun. Dibutuhkan kerja keras, kreativitas dan inovasi baru agar kunjungan wisata bisa terus meningkat dan DTW Tanah Lot semakin terkenal,” imbuhnya.(den/updatebali)