Bupati Satria Bawa Potensi Klungkung ke Forum Nasional, dari Tenun Cepuk hingga Sapi Nusa Penida

0
122
Bupati Klungkung I Made Satria memanfaatkan agenda APKASI 2026 untuk mempromosikan sejumlah produk dan potensi daerah kepada pemerintah daerah lain serta kementerian dan lembaga terkait.
Bupati Klungkung I Made Satria memanfaatkan agenda APKASI 2026 untuk mempromosikan sejumlah produk dan potensi daerah kepada pemerintah daerah lain serta kementerian dan lembaga terkait. Sumber foto: Humas Klungkung/Updatebali

UPDATEBALI.com, TANGERANG – Berbagai kekayaan Kabupaten Klungkung kembali diperkenalkan ke tingkat nasional melalui forum perdagangan antardaerah.

Bupati Klungkung, I Made Satria memanfaatkan agenda APKASI 2026 untuk mempromosikan sejumlah produk dan potensi daerah kepada pemerintah daerah lain serta kementerian dan lembaga terkait.

Promosi tersebut disampaikan Bupati Satria saat mengikuti Diskusi dan Koordinasi Forum Kerja Sama Perdagangan Antar Daerah yang berlangsung di Nusantara I, ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis 27 Agustus 2026.

Dalam forum itu, Bupati Satria menjelaskan posisi Klungkung sebagai satu-satunya kabupaten di Bali yang memiliki wilayah kepulauan. Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu kekuatan daerah, terutama dalam pengembangan sektor pariwisata.

Menurutnya, potensi Nusa Penida tidak hanya terletak pada destinasi wisata. Sejumlah produk UMKM khas juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi komoditas unggulan, di antaranya kain tenun Cepuk dan Rangrang.

Baca Juga:  Bupati Suwirta Berikan Semangat Penerima Bantuan Kemensos RI

Potensi lain yang turut disampaikan adalah sektor perikanan dan rumput laut. Komoditas tersebut telah dikembangkan masyarakat Nusa Penida menjadi berbagai produk dengan nilai tambah.

Bupati Satria melihat pengembangan rumput laut memiliki peluang yang lebih luas karena dapat dikaitkan dengan sektor pariwisata. Wisatawan tidak hanya menikmati hasil akhirnya, tetapi juga berkesempatan mengetahui proses pengolahan rumput laut hingga menjadi produk bernilai ekonomi.

Selain hasil laut dan kerajinan, sapi Nusa Penida juga menjadi salah satu potensi yang diperkenalkan. Sapi lokal tersebut memiliki karakteristik tersendiri dan dikenal bebas dari penyakit antraks.

Baca Juga:  Sekda Provinsi Bali Menerima Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI 

Bupati Satria berharap potensi peternakan tersebut dapat dikembangkan secara lebih optimal. Peningkatan nilai jual diharapkan berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan peternak dan mempertahankan keberlanjutan bibit sapi Nusa Penida.

Meski memiliki beragam produk potensial, Bupati Satria mengakui pengembangan komoditas lokal masih menghadapi persoalan pemasaran. Kapasitas produksi yang dimiliki pelaku UMKM perlu diimbangi dengan akses pasar yang lebih luas agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.

Karena itu, pemerintah pusat diharapkan dapat memberikan dukungan dalam membuka jaringan pemasaran sekaligus memperkuat kerja sama perdagangan antardaerah.

“Kami berharap ada arahan dan dukungan bagaimana produk-produk unggulan ini bisa mendapatkan pasar yang lebih luas. Ketika UMKM kami sudah mampu berproduksi, tetapi pasarnya terbatas, tentu pengembangannya akan terhambat,” harapnya.

Baca Juga:  Destinasi Wisata Nusa Penida Mulai Ramai di Kunjungi Wisatawan Domestik

Di luar produk komoditas, Klungkung juga membawa inovasi yang berkaitan dengan pengurangan sampah plastik. Salah satunya melalui pemanfaatan botol air berbahan bambu sebagai alternatif pengganti botol plastik sekali pakai.

Botol tersebut tidak hanya mengedepankan aspek ramah lingkungan, tetapi juga menampilkan identitas budaya Klungkung melalui hiasan ukiran khas lukisan Wayang Kamasan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menggabungkan pengembangan produk lokal dengan konsep pariwisata berkelanjutan. Dengan mengangkat produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus identitas budaya, Klungkung berupaya memperluas peluang pasar sekaligus memperkuat karakter daerah.(yud/updatebali)