Belajar dari Badung, Wakatobi Siapkan Strategi Baru Dongkrak Wisata dan Tingkatkan PAD

0
323
Bupati Adi Arnawa saat menerima rombongan Bupati Wakatobi H. Haliana di Ruang Tamu Bupati, Puspem Badung, Rabu (26/8).
Bupati Adi Arnawa saat menerima rombongan Bupati Wakatobi H. Haliana di Ruang Tamu Bupati, Puspem Badung, Rabu (26/8). Sumber foto : Humas Badung/updatebali

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung dan Pemerintah Kabupaten Wakatobi memperkuat kerja sama dalam pengembangan sektor pariwisata.

Kolaborasi lintas daerah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperbaiki tata kelola destinasi agar semakin berkualitas dan berkelanjutan.

Langkah tersebut dibahas dalam kunjungan kerja Bupati Wakatobi H. Haliana bersama jajarannya yang diterima langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Ruang Tamu Bupati, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Rabu, 26 .

Pertemuan tersebut menjadi forum pertukaran pengalaman terkait pengelolaan pariwisata, pengembangan destinasi, hingga strategi menghadapi berbagai tantangan industri pariwisata modern.

Dalam kunjungan itu, Haliana didampingi Asisten II dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi. Sementara itu, Adi Arnawa didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Luh Suryaniti serta Asisten III Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana.

Kehadiran jajaran kedua pemerintah daerah menunjukkan keseriusan dalam membangun kolaborasi yang lebih konkret. Salah satu fokusnya adalah mempelajari praktik terbaik atau best practices yang telah diterapkan di Badung dan Bali.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan perkembangan pariwisata Bali kini menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Pemerintah tidak lagi hanya mengejar pertumbuhan jumlah wisatawan, tetapi juga memastikan kualitas pengalaman selama wisatawan berada di Bali.

Baca Juga:  Uji Coba Badung First CFD di Kerobokan, Bupati Adi Arnawa Bidik Ruang Kota Ramah Pejalan Kaki

“Sekarang tantangan kami di Bali adalah bagaimana menjaga wisatawan yang berkunjung tetap nyaman dari berbagai lini sektor penunjang ekosistem pariwisata itu sendiri,” ujarnya.

Menurut Adi Arnawa, aspek kenyamanan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan industri pariwisata. Karena itu, pemerintah terus mendorong penyelesaian berbagai persoalan infrastruktur agar peningkatan jumlah wisatawan tidak berdampak terhadap kualitas destinasi maupun daya dukung lingkungan.

Ia juga menilai kekuatan pariwisata Bali tidak semata-mata berasal dari keindahan alam. Budaya dan karakter masyarakat menjadi bagian penting yang membentuk pengalaman wisatawan selama berada di Pulau Dewata.

Nilai keramahan masyarakat yang berlandaskan prinsip Tri Hita Karana dinilai menjadi salah satu kekuatan yang perlu dipertahankan di tengah perkembangan industri pariwisata.

Namun, kondisi tersebut juga menuntut perubahan dalam pola pengelolaan destinasi. Badung kini mulai mengarahkan kebijakan pariwisatanya dari model mass tourism menuju quality tourism.

“Kami sedang bergerak ke arah quality tourism sekarang. Kalau sebelumnya berbasis mass tourism di mana semua orang bebas datang sebanyak-banyaknya, sekarang kita fokus pada kualitas,” tegas Bupati.

Baca Juga:  Jelang Hari Jadi ke-74 Polwan Polresta Denpasar Gelar Bakti Kesehatan Vaksinasi

Konsep tersebut bukan berarti membatasi wisatawan untuk datang ke Bali. Pemerintah justru ingin menyesuaikan jumlah kunjungan dengan kemampuan lingkungan dan kenyamanan masyarakat lokal.

Ke depan, sejumlah persyaratan bagi wisatawan juga akan diterapkan secara selektif sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas destinasi.

Bupati Wakatobi H. Haliana mengatakan kunjungan kerja tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerahnya untuk menggali pengalaman Badung dalam mengelola sektor pariwisata.

Menurutnya, praktik yang telah diterapkan Badung akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan pariwisata di Wakatobi, baik dari sisi regulasi maupun penerapannya di lapangan.

“Belajar betul, duduk bersama dengan Bupati Badung mengenai best practices-nya. Ini menjadi bahan bagi kami untuk merumuskan langkah cepat, baik regulasi maupun kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kami,” kata Haliana.

Wakatobi memiliki potensi besar di sektor wisata bahari. Kekayaan alam tersebut menjadi modal utama untuk meningkatkan daya tarik destinasi sekaligus mendongkrak kunjungan wisatawan.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Serahkan Dana Motivasi untuk Sekaa Teruna saat Parade Ogoh-Ogoh Sulangai

Haliana optimistis penguatan promosi yang dibarengi pembenahan tata kelola dapat mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata di daerahnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satunya adalah persoalan pengelolaan sampah.

Masalah kebersihan lingkungan kini menjadi salah satu prioritas Wakatobi untuk memastikan wisatawan memperoleh pengalaman yang nyaman sekaligus menjaga kelestarian destinasi wisata.

Dalam pertemuan tersebut, Adi Arnawa juga mengingatkan bahwa setiap daerah memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda. Karena itu, strategi pengembangan pariwisata tidak bisa diterapkan secara seragam.

Selain memperkuat promosi, pemerintah daerah perlu membangun konektivitas antardaerah serta mengembangkan beragam produk wisata. Potensi alam, kekayaan budaya hingga sport tourism dinilai dapat menjadi pilihan untuk memperluas daya tarik destinasi.

Pertukaran pengalaman antara Badung dan Wakatobi diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi.

Kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan kebijakan yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat daya saing destinasi, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.(den/updatebali)