Peken Jasindo 2026 di Tabanan Buka Peluang Baru UMKM, Ekonomi Rakyat Didorong Naik Kelas

0
226
Peken Jasindo 2026 di Tabanan menjadi wadah untuk memperkuat UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan budaya, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Peken Jasindo 2026 di Tabanan menjadi wadah untuk memperkuat UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan budaya, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Sumber foto : Humas Tabanan/updatebali

UPDATEBALI.com, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut terlihat dalam pelaksanaan Peken Jasindo 2026 yang digelar di Taman Bung Karno – Garuda Wisnu Singasana, Tabanan, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Mengusung tema “Peken Jasindo Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, kegiatan ini dirancang tidak sekadar sebagai ajang promosi, tetapi menjadi ruang pertemuan antara pelaku UMKM, masyarakat, pemerintah, sektor pariwisata, budaya, dan lingkungan.

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., hadir sekaligus memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda bersama para asisten dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, serta jajaran direksi Asuransi Jasindo.

Peken Jasindo 2026 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari bazar UMKM, program CSR, talkshow, workshop, Difabel Berkarya, pelayanan publik, pertunjukan seni hingga hiburan musisi lokal dan nasional. Kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan pemberian doorprize bagi masyarakat.

Selain menjadi ruang promosi bagi UMKM, Jasindo turut menyalurkan Bantuan 6 Pilar Program TJSL. Bantuan tersebut mencakup pemberdayaan dan peningkatan sumber daya manusia, sarana literasi, beasiswa dan tongkat tuna netra bagi penyandang difabel, promosi Desa Wisata Nyambu, perlindungan asuransi kecelakaan diri bagi pelaku UMKM dengan total nilai pertanggungan Rp800 juta, serta 40 unit tenda bazar untuk pelaku UMKM.

Baca Juga:  Bupati Satria Hadiri Melaspas Pyrolysis System, Dorong Solusi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Saat membuka kegiatan, Bupati Sanjaya mengapresiasi keputusan Jasindo memilih Kabupaten Tabanan sebagai lokasi pelaksanaan Peken Jasindo 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna lebih luas karena mempertemukan berbagai sektor yang memiliki kaitan dengan kehidupan ekonomi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh jajaran PT Jasindo, dan saya sampaikan apresiasi yang setingginya karena Jasindo memilih Tabanan bukan hanya sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan tetapi sebagai ruang mempertemukan ekonomi rakyat, budaya, pariwisata, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Bupati Sanjaya.

Menurut Sanjaya, Tabanan memiliki modal kuat untuk menjadi lokasi pengembangan UMKM. Selain memiliki jumlah pelaku usaha yang cukup besar, karakter Tabanan sebagai daerah agraris juga membuat daerah tersebut memiliki ketersediaan bahan baku yang dapat mendukung berbagai jenis usaha masyarakat.

“Terima kasih atas dipilihnya Kabupaten Tabanan, kita patut berbangga. Jadi di Bali, Tabanan yang dipilih. Karena Kabupaten Tabanan merupakan tumbuh kembangnya UMKM, ada 900 UMKM hampir 1000, tepat sekali karena Tabanan merupakan daerah agraris, bahan baku untuk semua sumber UMKM ada di Tabanan,” ungkapnya.

Ia menilai keberadaan UMKM tidak boleh hanya ditempatkan sebagai pelengkap dalam pembangunan ekonomi. Pelaku usaha harus mendapatkan ruang untuk berkembang sekaligus mengambil peran dalam menggerakkan perekonomian daerah.

“Saya melihat Peken Jasindo Tabanan bukan hanya sekadar sebuah event melainkan sebuah pesan bahwa ekonomi rakyat harus diberikan ruang, pesan bahwa UMKM tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan dan pesan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan bersama dengan berkelanjutannya lingkungan dan kebudayaan,” tegasnya.

Baca Juga:  ITB STIKOM Bali Raih Penghargaan Insentif IKU, Bukti Keunggulan di Bidang IT Bali-Nusra

Bupati Sanjaya juga menyoroti konsep Peken Jasindo yang menggabungkan berbagai aspek. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada transaksi ekonomi, tetapi turut menyentuh pendidikan, lingkungan, digitalisasi, pelayanan publik hingga aspek keselamatan dan kesehatan.

“Peken Jasindo Tabanan 2026 ini telah dirancang dengan pendekatan yang sangat baik dan menarik, yaitu ekonomi melalui UMKM, ada pendidikan, dengan kehadiran anak-anak tadi, juga ada edukasi dan lingkungannya tentang budaya bersih dan sehat dan pengembangan SDM dengan digitalisasi dan pelayanan publik, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan, ini semua holistik menyangkut semua kegiatan,” sebutnya.

Ia berharap pelaksanaan Peken Jasindo menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih panjang antara Jasindo dengan Pemkab Tabanan, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat.

“Ekonomi tidak boleh hanya mengejar angka saja, ekonomi harus menghadirkan manfaat. Untuk itulah saya sangat apresiasi gagasan Peken Jasindo yang memberikan ruang promosi dan transaksi bagi UMKM melalui booth, voucher, talkshow, workshop serta berbagai aktivitas kebudayaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya juga menyampaikan ungkapan turut berbela sungkawa dan keprihatinan atas musibah yang terjadi di NTT.

Baca Juga:  Tandai HUT ke-530 Kota Tabanan, Bupati Sanjaya Hidupkan Pelita Kota

Sementara itu, Direktur Utama Asuransi Jasindo, Andy Samuel, mengatakan penyelenggaraan Peken Jasindo merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan perusahaan tidak hanya diarahkan untuk mengejar profitabilitas.

“Sebagai korporasi kami tidak hanya menargetkan profitabilitas tetapi kami juga ingin memberikan sesuatu kembali pada masyarakat sehingga acara ini bisa terlaksana hari ini,” ujarnya.

Andy berharap berbagai aktivitas dalam Peken Jasindo dapat membuka lebih banyak peluang bagi UMKM Tabanan. Bazar, business matching, networking, talkshow dan workshop diharapkan mampu membantu pelaku usaha memperluas pasar, membangun jejaring serta meningkatkan kapasitas bisnis.

Selain mendorong pertumbuhan UMKM, Jasindo juga membawa pesan solidaritas melalui Gerakan Tabanan Peduli NTT sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di Flores. Penyelenggaraan kegiatan juga menerapkan konsep zero waste event sebagai bagian dari komitmen menjaga lingkungan.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan, sehingga acara ini bisa berlangsung dengan baik dan semoga masyarakat Tabanan bisa menikmati acara yang diselenggarakan malam ini,” pungkasnya.

Pelaksanaan Peken Jasindo 2026 menunjukkan bahwa penguatan ekonomi masyarakat dapat dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.

Dengan menggabungkan promosi UMKM, pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, budaya, serta dukungan terhadap kelompok rentan, kegiatan tersebut diharapkan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Tabanan.(den/updatebali)