UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara koperasi dan pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Badung di Hotel Made Bali, Sempidi, Jumat , 24 Juli 2026.
Pembukaan Musda ditandai dengan pemukulan gong. Forum yang mengangkat tema “Membangun Gerakan Koperasi yang Dinamis melalui Inovasi, Kolaborasi dan Pendampingan” itu juga menjadi agenda pemilihan kepengurusan Dekopinda Badung periode 2026–2031.
Turut hadir Wakil Ketua Dekopinwil Bali I Gede Indra Dewa Putra, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Badung AA. Sagung Rosyawati, Ketua Dekopinda Badung Made Sutama, Ketua Panitia Musda I Nyoman Suka Artha Negara, serta peserta musyawarah.
Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa mengatakan Musda bukan hanya forum pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum menyusun arah pengembangan koperasi di Kabupaten Badung untuk lima tahun mendatang.
“Musda ini bukan sekadar memilih pemimpin yang akan menakhodai Dekopinda Kabupaten Badung, tetapi yang lebih penting adalah menentukan arah kebijakan koperasi lima tahun ke depan. Koperasi tidak akan berkembang tanpa adanya sinergi dan kemitraan yang baik dengan pemerintah. Gerakan koperasi berada di hilir, sehingga perkembangannya sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian, khususnya sektor pariwisata yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan koperasi di Badung tidak bisa dilepaskan dari kondisi sektor pariwisata yang hingga kini masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, pemerintah terus berupaya menjaga kualitas destinasi wisata agar tetap kompetitif.
Salah satu fokus pemerintah, lanjut Adi Arnawa, adalah memperbaiki infrastruktur dan mengatasi kemacetan yang selama ini menjadi tantangan di kawasan wisata Badung Selatan. Upaya tersebut diyakini akan menciptakan iklim usaha yang lebih sehat sekaligus memberikan dampak positif terhadap perkembangan koperasi.
“Dari berbagai data yang ada, perekonomian Bali, khususnya Kabupaten Badung, masih sangat bergantung pada sektor pariwisata. Walaupun sektor lain turut memberikan kontribusi, pariwisata tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi makro. Karena itu, kami berkomitmen memperbaiki ekosistem di hulu dengan menjaga keberlanjutan dan kualitas pariwisata, salah satunya melalui penanganan persoalan kemacetan yang menjadi bottleneck utama. Jika kemacetan tidak segera diatasi, sektor pariwisata dapat mengalami penurunan yang pada akhirnya berdampak terhadap perekonomian daerah, termasuk perkembangan koperasi,” jelas Adi Arnawa.
Ia menambahkan, pembangunan sejumlah ruas jalan strategis yang tengah diprioritaskan Pemkab Badung diharapkan mampu meningkatkan konektivitas kawasan wisata sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dengan pembangunan infrastruktur yang masif, kami optimistis koperasi di Kabupaten Badung akan semakin tumbuh dan berkembang. Dampak positifnya tidak hanya dirasakan Badung, tetapi juga akan memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi Bali secara keseluruhan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus Dekopinda Badung periode 2021–2026 atas kontribusi yang telah diberikan dalam memperkuat gerakan koperasi di daerah.
“Terima kasih kepada seluruh pengurus Dekopinda masa bakti 2021–2026 atas pengabdian dan kerja kerasnya. Kepada pengurus yang akan terpilih, saya berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah serta menjaga semangat gotong royong untuk bersama-sama membangun perekonomian Kabupaten Badung melalui gerakan koperasi yang semakin maju dan berdaya saing,” pungkasnya.(den/ub)





