UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Upaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung.
Melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Badung, para pelaku usaha pangan lokal diberikan pelatihan pengemasan sekaligus bantuan alat pengemasan untuk mendukung pengembangan produk mereka.
Kegiatan Pelatihan Pengemasan Hasil Produk Industri Pangan tersebut secara resmi dibuka Ketua Dekranasda Kabupaten Badung, Rasniathi Adi Arnawa, di Ruang Rapat Kantor Lurah Sading, Kecamatan Mengwi, Senin 20 Juli 2026.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Sub Kegiatan Koordinasi, Sinkronisasi, dan Pelaksanaan Pembangunan Sumber Daya Industri itu turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma, Lurah Sading Ida Bagus Rai Pujawatra, narasumber, serta 39 peserta yang berasal dari pelaku IKM di Kelurahan Sading.
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Badung bersama Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja dalam memperkuat kemampuan pelaku usaha, khususnya dalam menghadirkan produk pangan dengan kemasan yang lebih menarik, aman, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Rasniathi Adi Arnawa juga menyerahkan bantuan alat pengemasan kepada peserta pelatihan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan industri pangan lokal.
Dalam sambutannya, Rasniathi mengungkapkan rasa syukur dapat bertemu langsung dengan para pelaku IKM di Kelurahan Sading. Ia menilai berbagai produk olahan pangan yang dihasilkan masyarakat setempat memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing dengan produk dari daerah lain.
Menurutnya, produk seperti jajanan kering, jajanan basah, maupun berbagai olahan pangan lainnya telah menjadi bagian dari potensi unggulan masyarakat Sading. Namun, peningkatan kualitas kemasan menjadi hal penting agar produk mampu menarik lebih banyak konsumen.
“Yang perlu terus ditingkatkan adalah kualitas kemasan produk agar lebih menarik, informatif, dan memenuhi standar keamanan pangan. Kemasan yang baik harus mencantumkan masa kadaluarsa, menjaga higienitas produk, serta mampu meningkatkan kepercayaan konsumen. Dengan kemasan yang lebih profesional, produk akan memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi,” ujarnya.
Rasniathi menambahkan, Pemkab Badung berkomitmen mendukung keberlangsungan usaha para pelaku IKM melalui berbagai program, mulai dari pelatihan, pemberian bantuan peralatan, hingga membuka ruang promosi melalui pameran dan kegiatan yang digelar di Puspem Badung.
Selain promosi secara langsung, pemasaran produk juga terus diarahkan melalui pemanfaatan media sosial agar jangkauan pasar semakin luas. Para pelaku usaha juga didorong melengkapi identitas bisnis, seperti kartu nama maupun sarana promosi lainnya, sehingga produk lebih mudah dikenal masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya Industri Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, I Made Rai Suarimbawa, menjelaskan kegiatan tersebut terlaksana dengan dukungan penuh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Badung atas dukungan terhadap pelaksanaan pelatihan yang dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat sektor industri kecil dan menengah. Melalui peningkatan kemampuan pengemasan, produk IKM diharapkan memiliki kualitas lebih baik, lebih higienis, masa simpan meningkat, serta mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
“Kami mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Badung,” ungkapnya.(den/ub)





