UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, mengajak para pelajar untuk membentengi diri dari bahaya penyalahgunaan narkoba sejak dini.
Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 3 Kuta yang dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan bahaya narkoba bagi seluruh peserta didik baru, Senin, 13 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung, perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 3 Kuta, para guru, serta ratusan siswa baru.
Dalam arahannya, Rasniathi Adi Arnawa mengatakan masa transisi dari sekolah dasar menuju sekolah menengah pertama merupakan fase penting dalam pembentukan karakter anak. Pada masa tersebut, para siswa mulai mengenal lingkungan, pergaulan, dan berbagai pengaruh baru sehingga membutuhkan bekal pengetahuan untuk menghindari penyalahgunaan narkoba.
“Kalian adalah generasi harapan keluarga, harapan masyarakat Badung, dan masa depan pembangunan Bali. Narkoba bukan hal yang keren, bukan pula solusi untuk masalah yang kalian hadapi. Narkoba adalah perusak masa depan, yang akan menghancurkan kesehatan fisik, akal sehat, serta cita-cita besar yang sedang kalian bangun,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa peredaran narkoba kini semakin beragam dengan sasaran utama kalangan remaja. Menurutnya, pelaku kerap menyamarkan narkoba dalam bentuk makanan, minuman, maupun barang yang tampak biasa sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan.
“Jangan pernah menerima barang atau makanan dari orang yang belum kalian kenal dengan baik, jangan mudah tergoda ajakan teman yang berisiko, dan jadilah orang yang berani berkata ‘TIDAK’ pada segala hal yang mencurigakan,” tegasnya.
Selain menghindari narkoba, Rasniathi mengajak para siswa mengisi waktu dengan berbagai kegiatan positif, seperti mengembangkan bakat dan minat, aktif dalam kegiatan keagamaan, budaya, maupun organisasi sekolah. Menurutnya, lingkungan pergaulan yang sehat akan membantu membentuk karakter dan prestasi siswa.
Ia juga berpesan agar peserta didik tidak ragu menyampaikan kepada guru, orang tua, atau aparat berwenang apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan, baik di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung berharap kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkoba semakin meningkat sehingga mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang diikuti antusias para siswa. Sebagai bentuk apresiasi, Bunda Anti Narkoba Badung turut memberikan hadiah kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan seputar bahaya narkoba dengan benar.(den/ub)





