UPDATEBALI.com, DENPASAR – Kejuaraan Silat Perisai Diri Tainsiat Cup III kembali akan digelar pada awal Juli 2026. Kejuaraan yang mempertemukan pesilat dari berbagai ranting Perisai Diri se-Kota Denpasar tersebut diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus penjaringan atlet-atlet potensial yang dapat berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.
Rencana pelaksanaan kejuaraan tersebut disampaikan panitia saat melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa di Kantor Wali Kota Denpasar, Kamis 25 Juni 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Arya Wibawa menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi penyelenggaraan kejuaraan yang dinilai mampu memberikan ruang kompetisi bagi para atlet muda sekaligus memperkuat pembinaan olahraga pencak silat di Kota Denpasar.
Menurutnya, keberadaan kejuaraan seperti Tainsiat Cup III memiliki peran penting dalam menemukan bibit-bibit atlet yang nantinya dapat mewakili Denpasar pada berbagai ajang kompetisi.
“Pemkot Denpasar sangat mendukung pelaksanaan kejuaraan-kejuaraan seperti ini karena dapat menjaring atlit-atlit silat baru yang nantinya dapat mengharumkan nama Kota Denpasar,” ungkapnya.
Arya Wibawa juga berharap kejuaraan tersebut dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi agenda rutin tahunan. Untuk memperkuat pembinaan atlet, ia mendorong adanya sinergi antara panitia penyelenggara dengan KONI Denpasar sehingga proses pengembangan prestasi olahraga dapat berjalan lebih optimal.
Sementara itu, Ketua Panitia Kejuaraan Silat Perisai Diri Tainsiat Cup III, Putu Suyatna, menjelaskan bahwa kejuaraan akan berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juli 2026.
Ia mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pelestarian pencak silat sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Selain itu, ajang ini juga menjadi media untuk meningkatkan kemampuan atlet sekaligus mempererat hubungan antaranggota perguruan.
“Harapan dari kegiatan ini adalah guna megasah skill anggota perguruan Silat Perisai Diri di kota Denpasar serta diharapkan mampu bersaing di antar perguruan silat yang ada di Indonesia khusunya di Bali, dengan jiwa budi luhur tanpa harus merendahkan perguruan lain,” jelas Suyatna.
Melalui penyelenggaraan Tainsiat Cup III, para peserta diharapkan memperoleh pengalaman bertanding yang lebih banyak sehingga mampu meningkatkan kemampuan teknik, mental bertanding, serta sportivitas. Di sisi lain, kejuaraan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat eksistensi pencak silat sebagai olahraga sekaligus budaya yang terus berkembang di kalangan generasi muda.(per/ub)





