spot_img
spot_img
BerandaBaliSarat Pesan Moral, Banjar Binoh Kaja Duta Denpasar Sajikan Taman Penasar "Ulah...

Sarat Pesan Moral, Banjar Binoh Kaja Duta Denpasar Sajikan Taman Penasar “Ulah Aluh” di PKB 2026

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Sekaa Taman Penasar Gambelan Sundaram dari Banjar Binoh Kaja, Desa Ubung Kaja, Desa Adat Pohgading, Kecamatan Denpasar Utara, tampil sebagai Duta Kota Denpasar dalam Wimbakara (Lomba) Taman Penasar pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026.

Mengusung lakon berjudul Ulah Aluh, pementasan tersebut mengangkat persoalan kehidupan manusia modern yang sarat tekanan sosial dan persoalan batin.

Konseptor pementasan, Adhi Sandika, menjelaskan bahwa kisah yang dibawakan berfokus pada esensi kehidupan manusia yang dipengaruhi oleh faktor dari dalam maupun luar diri. Melalui tokoh utama yang menjalani peran sebagai suami dan ayah, cerita berkembang ketika tekanan hidup membuatnya kehilangan arah hingga muncul keinginan untuk mengakhiri hidup.

“Karena berbicara tentang atma, tentunya atma berada di dalam raga. Kisah yang kami tampilkan merupakan esensi manusia. Saat hidup terhimpit dan mengalami ulah aluh, dia sampai ingin mengakhiri hidupnya, yang berarti melukai atma dalam dirinya sendiri,” ujar Adhi Sandika pada Selasa 23 Juni 2026.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Buka PKB XLV Kabupaten Badung

Menurutnya, Taman Penasar tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga sarat pesan moral melalui unsur komedi, sastra, tembang, serta ajaran yang disisipkan dari berbagai pustaka seperti Bhagawadgita, Sarasamuscaya, dan Nitisastra.

“Persoalan yang dekat dengan masyarakat saat ini seperti pinjaman online, judi online, perselingkuhan, hingga tanggung jawab seorang ayah kami kemas menjadi satu kesatuan dalam lakon Ulah Aluh,” katanya.

Persiapan Duta Kota Denpasar dimulai sejak Januari 2026, dilanjutkan dengan pelaksanaan nuasen pada Februari dan proses latihan intensif setelah Hari Raya Nyepi hingga menjelang pementasan. Sebanyak 22 seniman terlibat, terdiri dari 15 penabuh serta tujuh penembang dan penegak, dengan dukungan tim kreatif yang mencakup penata tembang, penulis naskah, koreografer, hingga komposer.

Baca Juga:  Kisah 'Cupak Dadi Ratu' Sekaa Janger Hasta Komala Pukau Penonton PKB XLVI

Adhi Sandika menegaskan bahwa tujuan utama keikutsertaan dalam lomba bukan semata mengejar kemenangan, melainkan menghadirkan tontonan dan tuntunan yang berkualitas.

“Kalau menang itu bonus. Yang terpenting bagaimana kami bisa menampilkan kesenian Taman Penasar agar tetap menarik dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keberadaan lomba dalam PKB yang dinilai mampu memotivasi generasi muda untuk belajar menembang dan mendalami seni penegak yang menjadi bagian penting dalam Taman Penasar. Menurutnya, regenerasi seni di wilayah Ubung masih berjalan baik karena masyarakat memiliki akar tradisi Arja dan Sekesanti yang telah berkembang sejak lama.

Baca Juga:  Sanggar Seni Bayu Teja Budaya Pukau Penonton dengan Permainan Tradisional 'Meslodoran'

“Anak-anak muda sekarang mungkin lebih tertarik dengan musik populer. Tetapi selama Pesta Kesenian Bali masih berjalan dan kesenian ini terus dilombakan, saya yakin generasi muda akan terpacu untuk belajar. Kalau sampai seni ini hilang, siapa yang nanti akan mengiringi berbagai upacara adat kita,” kata Adhi Sandika.

Ia menambahkan perkembangan Taman Penasar saat ini semakin dinamis dibandingkan beberapa tahun lalu. Unsur dramatik dan dialog yang lebih hidup membuat kesenian tersebut semakin mudah diterima masyarakat dan diyakini akan terus berkembang di masa mendatang.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments