spot_img
spot_img
BerandaBaliJatiluwih Festival VII Masuk KEN 2026, Bupati Sanjaya: Jadi Motor Promosi dan...

Jatiluwih Festival VII Masuk KEN 2026, Bupati Sanjaya: Jadi Motor Promosi dan Penggerak Ekonomi

UPDATEBALI.com, TABANAN – Lanskap sawah berundak di kawasan Jatiluwih kembali menjadi sorotan nasional hingga internasional melalui pelaksanaan Jatiluwih Festival VII Tahun 2026 yang resmi dibuka Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., di Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Sabtu 20 Juni 2026.

Tahun ini, festival tersebut mencatatkan capaian penting dengan masuk dalam kalender Karisma Event Nasional (KEN) Kementerian Pariwisata RI.

Festival yang mengangkat tema “In Balance with Nature, Inspired by Tradition” atau “Selaras dengan Alam, Terinspirasi oleh Tradisi” ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara masyarakat, pelaku UMKM, petani, seniman, serta berbagai elemen budaya dalam satu ekosistem promosi pariwisata berkelanjutan.

Sejumlah unsur pemerintah dan pemangku kepentingan turut hadir dalam pembukaan acara, di antaranya perwakilan Kementerian Pariwisata RI, perwakilan Gubernur Bali, perwakilan Kapolda Bali, DPRD Tabanan, Forkopimda, Sekda Tabanan, perangkat daerah, Camat Penebel, akademisi, perbankan, hingga pelaku pariwisata.

Baca Juga:  Bali Masih Menjadi Pilihan Teratas Wisatawan Mancanegara pada 2021

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan festival yang kini telah memasuki tahun ketujuh. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai agenda pariwisata, tetapi juga sarana penguatan identitas budaya serta promosi potensi daerah.

“Sebagai pribadi dan Kepala Daerah Kabupaten Tabanan, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Jatiluwih Festival VII ini. Festival ini menjadi ajang promosi yang menampilkan tradisi, budaya, kuliner tradisional, serta melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari UMKM, pelestari budaya hingga sektor pertanian,” ujar Sanjaya.

Ia menegaskan bahwa Jatiluwih merupakan representasi peradaban agraris Bali yang bertumpu pada sistem Subak dan filosofi Tri Hita Karana. Nilai tersebut, menurutnya, menjadi dasar kuat yang mengantarkan Jatiluwih diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya menilai keberadaan festival memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan, sekaligus memperkuat posisi Jatiluwih sebagai destinasi unggulan. Selain memperkenalkan keindahan alam, kegiatan ini juga menjadi ruang pengembangan seni dan penguatan sektor pertanian sebagai pilar ketahanan pangan daerah.

Baca Juga:  OJK Sebut Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

“Melalui event seperti ini, kita terus memperkuat daya tarik Jatiluwih. Orang datang bukan hanya menikmati panorama alamnya, tetapi juga menyaksikan kekayaan seni dan budaya yang ditampilkan para seniman. Yang paling penting, pertanian tetap terjaga sebagai lumbung pangan Bali, sementara pariwisata menjadi nilai tambah yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” imbuhnya.

Usai pembukaan, Sanjaya kembali menegaskan bahwa masuknya Jatiluwih Festival ke dalam KEN 2026 merupakan pencapaian penting yang memperkuat posisi Tabanan di peta pariwisata nasional. Ia juga mengapresiasi pengelola DTW Jatiluwih atas konsistensi dan peningkatan kualitas penyelenggaraan dari tahun ke tahun.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat lokal.

“Dedikasi dan kerja keras yang dilakukan pengelola DTW Jatiluwih patut diapresiasi. Festival ini menjadi sarana memperkenalkan kearifan lokal, potensi, dan keunikan Jatiluwih kepada dunia. Ketika semakin banyak orang datang, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun pariwisata. Karena itu saya selalu mengatakan bahwa event seperti ini adalah media promosi sekaligus penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.

Baca Juga:  FK Unud dan Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama Perpanjang Kerja Sama  

Pemerintah Kabupaten Tabanan, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat dukungan melalui kebijakan yang berpihak pada pengembangan pariwisata berkelanjutan serta pelestarian budaya, dengan melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat.

Sementara itu, Manajer Operasional DTW Jatiluwih sekaligus Ketua Panitia, I Ketut Jhon Purna, menyampaikan bahwa masuknya Jatiluwih Festival dalam KEN 2026 menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengembangan destinasi tersebut.

Ia menilai pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi panjang dalam menjaga keseimbangan antara alam, manusia, dan budaya berbasis filosofi Tri Hita Karana. Dukungan pemerintah dan berbagai pihak disebut menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas festival dari tahun ke tahun.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments