Konjen Tiongkok Puji Pembangunan Bali, Gubernur Koster Dorong Kerja Sama PSEL dan Ekspor Komoditas Lokal

0
51
Gubernur Wayan Koster dan Konjen Tiongkok Zhang Zhisheng membahas penguatan kerja sama Bali - Tiongkok di sektor PSEL, digitalisasi, keamanan, dan ekspor komoditas pertanian Bali.
Gubernur Wayan Koster dan Konjen Tiongkok Zhang Zhisheng membahas penguatan kerja sama Bali - Tiongkok di sektor PSEL, digitalisasi, keamanan, dan ekspor komoditas pertanian Bali. Sumber foto : Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Hubungan antara Bali dan Republik Rakyat Tiongkok terus menunjukkan penguatan di berbagai sektor strategis.

Hal itu mengemuka saat Gubernur Bali, Wayan Koster melakukan kunjungan resmi ke Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, H.E. Zhang Zhisheng, Kamis, 14 Mei 2026 petang.

Pertemuan yang berlangsung di Kediaman Resmi Konsulat Jenderal Tiongkok di Denpasar tersebut membahas sejumlah agenda penting, mulai dari proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), penguatan keamanan warga negara asing, digitalisasi Bali, hingga pengembangan ekspor komoditas pertanian Bali ke pasar Tiongkok.

Dalam kesempatan itu, Konjen Zhang memuji perkembangan pembangunan Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Koster. Ia mengaku melihat banyak perubahan positif, terutama pada pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik di sejumlah wilayah Bali.

“Saya melihat perubahan yang sangat baik. Jalan dan berbagai fasilitas berkembang pesat. Saya juga sempat ke Buleleng. Tahun 2024 saya mengunjungi Ubud dan beberapa tempat lain, saat itu jalannya masih cukup rusak. Sekarang banyak perkembangan positif yang terlihat nyata,” ujar Zhang.

Baca Juga:  Helikopter Bali Heli Tour Alami Kecelakaan di Pecatu, Lima Orang Selamat

Menurutnya, Bali tidak hanya berkembang dari sisi infrastruktur, tetapi juga menunjukkan peningkatan dalam penanganan keamanan, termasuk kasus yang melibatkan warga negara Tiongkok di Bali.

“Kasus-kasus yang menimpa warga Tiongkok juga dapat diselesaikan dengan baik. Dari kami yang bergerak di bidang diplomasi, saya melihat banyak hasil nyata dari kepemimpinan Pak Gubernur selama ini,” katanya.

Dalam pembahasan sektor lingkungan, Zhang menyatakan dukungan penuh terhadap proyek PSEL Bali yang akan dikerjakan bersama investor asal Tiongkok, Zhejiang Weiming. Ia memastikan perusahaan tersebut memiliki pengalaman dan rekam jejak dalam pengelolaan proyek serupa.

“Saya pastikan investor Zhejiang Weiming yang menggarap proyek PSEL ini profesional dan memiliki pengalaman sukses di berbagai tempat. Kami juga memastikan seluruh proses mematuhi aturan hukum yang berlaku di Bali,” tegasnya.

Selain mendukung pengelolaan sampah modern, Tiongkok juga membuka peluang kerja sama di sektor ekonomi kreatif, pertanian, perikanan, hingga transformasi digital. Zhang bahkan menilai komoditas buah asal Bali memiliki potensi besar menembus pasar Tiongkok.

Baca Juga:  Universitas Udayana Jalin Kerja Sama dengan Radhiyan Pet and Care

“Manggis Bali memiliki potensi ekspor yang sangat besar ke Tiongkok. Salak juga sangat diminati, bahkan masih kekurangan pasokan. Rasanya khas dan sangat disukai masyarakat Tiongkok,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kemudahan transaksi digital melalui sistem pembayaran QRIS yang dinilai membantu wisatawan dan memperkuat konektivitas ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok.

Sementara itu, Gubernur Koster menegaskan bahwa hubungan Bali dan Tiongkok telah terjalin lama dan memiliki kedekatan historis maupun budaya.

“Di sejumlah tempat suci di Bali ada pemujaan terhadap dewa-dewi Tiongkok. Secara kultural, masyarakat Bali yang beragama Hindu memiliki nilai-nilai yang cukup mirip dengan budaya Tiongkok,” ujar Koster.

Menurutnya, wisatawan asal Tiongkok juga menjadi salah satu penopang utama sektor pariwisata Bali. Saat ini, wisatawan Tiongkok menempati posisi ketiga terbesar kunjungan ke Bali setelah Australia dan India.

Koster turut memastikan proyek PSEL Bali terus berjalan sesuai target. Ia mengaku memimpin langsung proses pembangunan bersama pemerintah kabupaten/kota terkait agar proyek strategis tersebut dapat segera terealisasi.

Baca Juga:  Momentum Perayaan Kaisar Jepang, Gubernur Koster Soroti Pentingnya Penguatan Kerja Sama Bali–Jepang

“Saya memimpin langsung prosesnya bersama Bupati Badung dan Wali Kota Denpasar untuk memastikan semuanya berjalan baik hingga peletakan batu pertama pada Juli mendatang,” katanya.

Ia menjelaskan, proses administrasi dan pematangan lahan kini terus berjalan dan ditargetkan rampung akhir Juni 2026. Pembangunan PSEL Bali dijadwalkan berlangsung selama 15 bulan dengan target operasional pada Oktober 2027.

“Karena ini pertama kali adanya PSEL berteknologi tinggi di Bali, saya mengawasi ketat seluruh prosesnya. Sesuai rencana, pengerjaan berlangsung selama 15 bulan dan ditargetkan selesai pada Oktober 2027,” jelas Koster.

Di akhir pertemuan, Koster mengaku banyak belajar dari perkembangan Tiongkok yang dinilainya berhasil menjadi negara maju dalam bidang teknologi dan industri.

“Saya mengikuti perkembangan Tiongkok hingga sekarang menjadi negara yang sangat progresif. Tiongkok bagi kami menjadi panduan dalam membangun. Secara pribadi saya sangat mengagumi sosok Deng Xiaoping,” kata Koster.(yud/ub)