spot_img
spot_img
BerandaBaliBunda Rai Dampingi Aksi Sosial Posyandu Bali, Perkuat Layanan Enam SPM di...

Bunda Rai Dampingi Aksi Sosial Posyandu Bali, Perkuat Layanan Enam SPM di Desa

UPDATEBALI.comTABANAN – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai mendampingi pelaksanaan Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” ke-9 Tahun 2026 yang digelar Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali di Kabupaten Tabanan, Senin 11 Mei 2026.

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan secara roadshow di dua desa, yakni Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur dan Desa Serampingan, Kecamatan Selemadeg. Aksi dipusatkan di balai serbaguna masing-masing desa dengan melibatkan kader posyandu, perangkat desa, serta jajaran pemerintah daerah dan provinsi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tim Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, perangkat daerah terkait enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), TP Posyandu Kabupaten Tabanan, camat, perbekel, hingga kader posyandu di masing-masing desa.

Di Desa Mambang tercatat terdapat 11 posyandu dengan 66 kader penerima bantuan, sementara di Desa Serampingan terdapat 6 posyandu dengan 72 kader yang juga menerima bantuan sosial.

Baca Juga:  Wujud Sradha Bhakti, Pemkab Tabanan Laksanakan Bhakti Penganyar di Pura Agung Besakih Warsa 2024

Mewakili Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata mengatakan program tersebut tidak hanya sebatas penyaluran bantuan, namun juga menjadi sarana pembinaan bagi kader di lapangan.

“Bingkisan yang diberikan merupakan bentuk perhatian dari Bapak Gubernur dan Ibu Ketua TP Posyandu Provinsi Bali. Setiap kader menerima 30 kilogram beras, tiga krat telur, dan dua kotak susu, dengan total mencapai 1,98 ton beras, 5.140 butir telur, dan 132 kotak susu,” jelasnya.

Ia menambahkan program “Membina dan Berbagi” dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh kabupaten di Bali dengan target 18 kali pelaksanaan dalam satu tahun.

“Dalam satu tahun, kegiatan ini ditargetkan berlangsung sebanyak 18 kali, dengan masing-masing kunjungan menyasar dua desa. Selain bantuan, pembinaan juga menjadi fokus utama, termasuk melalui program bina posyandu yang dilakukan dalam dua angkatan, yakni untuk tim pembina dan kader,” imbuh Dwi Dewata.

Baca Juga:  Pj. Ketua TP PKK Provinsi Bali Apresiasi Kader PKK yang Sukses Gelar Posyandu Terintegrasi

Sementara itu, Tim Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Anom Agustina menekankan pentingnya transformasi posyandu sebagai pusat layanan dasar terintegrasi berbasis enam bidang pelayanan.

“Transformasi ini bertujuan menjadikan posyandu sebagai pusat layanan yang tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi mencakup enam bidang pelayanan dasar demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kader posyandu kini memiliki peran yang lebih luas, tidak hanya saat kegiatan pelayanan berlangsung tetapi juga dalam pemantauan dan edukasi masyarakat sehari-hari.

“Kader memiliki dua peran utama, baik saat posyandu buka maupun tidak. Saat buka, fokus pada pelayanan enam bidang, sementara di luar itu kader tetap berperan aktif dalam pemantauan dan edukasi masyarakat,” tegas Agustina.

Dalam sambutannya, Bunda Rai mengajak seluruh kader untuk tetap bersemangat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat di tengah transformasi posyandu yang semakin berkembang.

“Kita harus semangat dalam melaksanakan tugas baru yang luar biasa ini, karena pada akhirnya kita ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga:  Universitas Udayana Perpanjang Kerja Sama dengan Charoen Pokphand Foundation Indonesia

Menurutnya, dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali menjadi motivasi besar bagi kader posyandu dalam menjalankan pelayanan berbasis enam SPM.

“Kader posyandu adalah garda terdepan dalam menyukseskan program, terutama dalam implementasi posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dukungan seperti ini tentu menjadi penyemangat bagi mereka dalam menjalankan tugas mulia,” imbuh Bunda Rai.

Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Tabanan akan terus melanjutkan program serupa secara bertahap di seluruh wilayah kabupaten, termasuk melalui edukasi terkait pengelolaan sampah dan penguatan layanan posyandu terintegrasi.

“Semua saling berkaitan, begitu juga dengan di PKK, kami terus melakukan sosialisasi, terutama terkait pengelolaan sampah dan transformasi posyandu enam SPM. Ini penting agar masyarakat memahami bahwa posyandu kini tidak hanya menimbang bayi, tetapi juga menjadi wadah aspirasi, layanan, dan solusi bagi masyarakat,” ungkapnya.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments