UPDATEBALI.com, BULELENG – Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Wardhany Sutjidra, menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam pengelolaan sampah berbasis sumber saat menjadi narasumber dalam podcast PETUAH NGOPI yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Buleleng di Ruang Sekretariat PKK, Jumat 24 April 2026.
Dalam diskusi tersebut, ia memaparkan bahwa perempuan, khususnya ibu rumah tangga, memiliki posisi strategis dalam membentuk kebiasaan keluarga, termasuk dalam memilah sampah sejak dari sumbernya. Hal ini dinilai sejalan dengan program pemerintah daerah, seperti posyandu 6 SPM, 10 Program Pokok PKK, serta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS).
“Jika demikian maka 65 persen pengelolaan sampah sudah diselesaikan dari rumah kita masing-masing,” ujarnya.
Namun demikian, Wardhany mengakui masih adanya perilaku masyarakat yang belum disiplin dalam membuang sampah, bahkan cenderung menghindari pengawasan petugas. Ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi kebiasaan lama yang membuat masyarakat terlalu bergantung pada pemerintah.
“Sehingga jika ada kebijakan baru, barulah terasa berat dijalani,” ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, ia menilai perlu langkah tegas dari pemerintah daerah, termasuk penerapan sanksi guna meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan pengelolaan sampah.
“Bahwa sebenarnya apa yang dicanangkan oleh pemerintah sebenarnya untuk kita sendiri, jika daerah kita bersih maka orang lain akan melirik kita,” katanya.
Di akhir pemaparannya, ia mendorong Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Buleleng agar semakin optimal dalam menegakkan peraturan daerah, sehingga tata kelola lingkungan dapat berjalan lebih tertib dan berkelanjutan.(adv/ub)





