UPDATEBALI.com, DENPASAR – Perkembangan teknologi digital yang kian cepat membawa perubahan signifikan dalam cara masyarakat mengakses informasi. Di tengah derasnya arus berita, media online dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga mampu menyajikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya sebagai bagian dari edukasi publik.
Namun, kemajuan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) juga menghadirkan tantangan baru. Selain mempermudah berbagai aktivitas, teknologi ini berpotensi disalahgunakan untuk memproduksi dan menyebarkan informasi yang menyesatkan.
Fenomena maraknya hoaks menjadi perhatian serius, terlebih ketika informasi palsu semakin sulit dibedakan dari fakta. Kondisi ini menuntut peran media untuk lebih selektif dan bertanggung jawab dalam menyajikan berita kepada masyarakat.
Dalam konteks tersebut, media yang tergabung dalam Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), khususnya AMSI Wilayah Bali, diharapkan mampu menjadi benteng dalam menjaga kualitas informasi di ruang publik.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Humas sekaligus Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Denpasar, Gede Ngurah Arthanaya, saat menerima audiensi pengurus AMSI Bali pada Kamis 16 April 2026. Ia menegaskan bahwa kebebasan pers harus diimbangi dengan tanggung jawab moral dalam menyampaikan kebenaran.
“Media memiliki peran penting dalam mencerdaskan masyarakat. Namun kebebasan tersebut tidak berarti tanpa batas, apalagi di tengah perkembangan teknologi yang membuat informasi semakin sulit diverifikasi,” ujarnya.
Senada dengan itu, Fahmiron menilai AMSI memiliki posisi strategis dalam menjaga standar pemberitaan sejak berdiri pada 2017. Menurutnya, kecepatan penyebaran informasi di era digital harus diimbangi dengan akurasi agar publik tidak terjebak pada informasi yang keliru.
Ia juga menyoroti semakin luasnya ragam informasi akibat perkembangan media digital dan pemanfaatan AI. Oleh karena itu, media dituntut tetap berpegang pada prinsip jurnalistik dalam setiap pemberitaan.
Sementara itu, Ketua AMSI Bali, I Ketut Adi Sutrisna, memaparkan berbagai langkah yang dilakukan untuk memperkuat penyebaran informasi berkualitas. Salah satunya melalui pemanfaatan platform digital seperti program podcast AMSI Talk, yang menjadi sarana komunikasi dan edukasi publik.
Dengan keanggotaan sebanyak 26 media online, AMSI Bali juga menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dalam memperluas jangkauan informasi yang kredibel dan merata di masyarakat.
Selain itu, AMSI Bali tengah menyiapkan sejumlah kegiatan dalam rangka peringatan HUT ke-8 pada April 2026. Berbagai agenda sosial dan edukatif akan digelar, mulai dari donor darah, talk show kesehatan tentang pencegahan stroke, hingga kegiatan senam sehat.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, AMSI Bali diharapkan tidak hanya menjadi penjaga kualitas informasi, tetapi juga berkontribusi langsung dalam meningkatkan kesadaran dan kesejahteraan masyarakat.(yud/ub)





