45 Orang Ikuti Metatah Massal, Wali Kota Denpasar Ngayah dalam Karya di Banjar Pekandelan

0
15
45 Orang Ikuti Metatah Massal, Wali Kota Denpasar Ngayah dalam Karya di Banjar Pekandelan
45 Orang Ikuti Metatah Massal, Wali Kota Denpasar Ngayah dalam Karya di Banjar Pekandelan. Sumber foto: Humas Denpasar/Updatebali

UPDATEBALI.comDENPASAR – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara turut ngayah nyangging dalam rangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih di Pura Dalem Penataran Sari, Banjar Pekandelan, Desa Adat Denpasar, Kamis 17 September 2026.

Keikutsertaan tersebut menjadi wujud kepedulian dan dukungan Jaya Negara terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan yang berlangsung di tengah masyarakat. Momen ngayah ini sekaligus menjadi sarana mempererat kedekatan antara pemerintah daerah dengan krama adat dan masyarakat Kota Denpasar.

Baca Juga:  Wali Kota Jaya Negara Resmikan Prasasti Karya di Pura Dalem Kedatuan Kesiman

Serangkaian karya di Pura Dalem Penataran Sari tersebut turut dirangkaikan dengan pelaksanaan upacara metatah yang diikuti 45 orang dan menek kelih yang diikuti 5 orang. Prawartaka Karya, I Wayan Arya, menyampaikan bahwa rangkaian karya dilaksanakan dengan semangat kebersamaan dan gotong royong seluruh krama. Pelaksanaan metatah dan menek kelih yang dirangkaikan dalam karya tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga serta melestarikan adat dan tradisi Bali.

Baca Juga:  Turnamen Gateball Gubernur Cup 2026 Disiapkan Jadi Event Bergengsi Internasional

Wali Kota IGN Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya keagamaan dan adat merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi, budaya, serta nilai-nilai kebersamaan masyarakat Bali.

“Melalui pelaksanaan karya seperti ini, kita tidak hanya menjalankan kewajiban keagamaan, tetapi juga menjaga adat, tradisi dan budaya Bali agar tetap lestari serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Jaya Negara.

Ia juga mengapresiasi semangat krama Banjar Pekandelan dan Desa Adat Denpasar yang secara bersama-sama menyukseskan rangkaian karya, termasuk pelaksanaan metatah massal dan menek kelih.

Baca Juga:  Denpasar Jadi Peringkat I JDIH Nasional 2026 di Bali, Raih Nilai Sempurna 100

“Kebersamaan dan gotong royong seperti ini menjadi kekuatan dalam menjaga adat dan budaya Bali. Semoga seluruh rangkaian karya berjalan lancar dan memberikan kerahayuan bagi seluruh krama,” tambahnya.

Pelaksanaan karya berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan, dengan melibatkan krama serta masyarakat dalam berbagai rangkaian kegiatan upacara. (per/updatebali)