spot_img
spot_img
BerandaBali20 Pelaku IKM Denpasar Dilatih Teknik Fabric Slashing, Siap Tembus Pasar Global

20 Pelaku IKM Denpasar Dilatih Teknik Fabric Slashing, Siap Tembus Pasar Global

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor Industri Kecil Menengah (IKM), khususnya pada bidang desain dan teknik fabric slashing, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar program Kolaborasi Peningkatan Usaha Industri (Si Putri) serta Pelatihan Sandang Fabric Slashing.

Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Citta Hasta Mandala, Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar, Senin, 11 Agustus 2025.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana, didampingi Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari.

Baca Juga:  Sekda Kota Denpasar Tekankan Fungsi Penting Desa Adat dalam Penyelenggaraan Pemerintahan

Ida Ayu Widnyani menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan Fabric Slashing sangat penting mengingat perkembangan IKM sangat bergantung pada kualitas SDM yang kreatif dan inovatif di bidang desain.

“Perkembangan dunia global menuntut kita harus lebih kreatif, baik terhadap produk maupun pemasaran. Harapan saya, pelatihan ini mampu meningkatkan pengetahuan, membuka peluang pemasaran, dan melahirkan wirausaha fashion yang kuat dan profesional di era milenial,” ujarnya.

Baca Juga:  Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana Tegaskan Tak Akan Maju di Pilkada 2024

Ia juga menekankan harapan agar para pelaku IKM fashion di Denpasar dapat berkontribusi menjadikan kota ini sebagai pusat fashion nasional maupun internasional.

Sementara itu, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, menjelaskan bahwa industri fashion merupakan sektor potensial di Denpasar, menempati posisi kedua setelah industri olahan pangan.

“Sekitar 38% industri di empat kecamatan di Denpasar merupakan industri sandang. Besarnya potensi ini menjadi perhatian Pemkot untuk terus melakukan pembinaan, pendampingan, pelatihan, dan promosi,” terangnya.

Baca Juga:  Dekranasda Denpasar Gelar Monev,Antari Jaya Negara Ajak Perajin Terus Berinovasi

Sri Utari menambahkan, tantangan yang dihadapi industri ini meliputi kurangnya SDM kreatif, minimnya inovasi dalam proses produksi, dan pengembangan desain berbasis budaya. Melalui pelatihan seperti ini, pihaknya berharap kendala tersebut dapat diatasi.

Pelatihan yang berlangsung hingga 15 Agustus 2025 ini diikuti 20 peserta IKM Denpasar yang memiliki minat besar di dunia fashion.

Selama lima hari, mereka akan mendapatkan materi dan praktik langsung teknik fabric slashing untuk memperkaya kreativitas dan daya saing produk.(per/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments