UPDATEBALI.com, KARANGASEM – Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor 2, Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta, mengungkapkan komitmen mereka untuk membangun Sekolah Pariwisata di Desa Seraya, Karangasem.
Hal ini disampaikan dalam kampanye terbuka tahap pertama yang berlangsung di Wantilan Banjar Adat Kalanganyar, Desa Seraya Barat, pada Sabtu, 28 September 2024.
Kampanye tersebut dihadiri oleh Calon Bupati Karangasem, I Gede Dana, dan Wakil Bupati, I Nengah Swadi, serta tim pemenangan dan pengurus PDI-P Bali. Dalam kesempatan itu, Koster mendengarkan langsung aspirasi warga Seraya, termasuk perhatian Bupati Gede Dana terhadap pendidikan selama memimpin Karangasem.
“Saya pastikan pembangunan SMK berkaitan dengan pariwisata di Seraya bisa dilakukan,” ungkap Koster, yang disambut antusias ribuan warga. Ia menegaskan bahwa pembangunan sekolah ini tidak akan memakan waktu lama dan akan mendukung potensi pariwisata di Desa Seraya.
“Astungkara, begitu terpilih, langsung kita bangun,” tambahnya.
Koster juga menekankan pentingnya perhatian terhadap sektor kesehatan di Karangasem. Ia dan Giri Prasta berjanji untuk memperjuangkan program berobat gratis bagi warga di rumah sakit dan puskesmas setempat, termasuk penempatan dokter spesialis kandungan dan anak.
“Kami ingin semua warga bisa berobat gratis dan tidak kesulitan saat melahirkan,” jelasnya.
Selain pendidikan dan kesehatan, Koster berkomitmen untuk meningkatkan infrastruktur jalan dan jembatan di Seraya agar aksesibilitas lebih baik.
“Jalan baru akan dibangun dan yang sudah ada akan dilebar. Karena APBD Karangasem tidak cukup, kami akan membantu dari Provinsi Bali,” imbuhnya.
Koster juga menyoroti pentingnya penyediaan air bersih untuk mendukung Desa Seraya sebagai destinasi wisata. Ia mendukung penuh pengembangan desa wisata dan mendukung pembangunan cool storage untuk membantu nelayan menyimpan hasil tangkapan ikan.
Aspirasi penting yang dicatat Koster dalam pertemuan tersebut adalah harapan agar Desa Seraya menjadi kecamatan sendiri. Koster berjanji untuk mengecek data luas dan administrasi terkait usulan tersebut.
“Soal kecamatan, prinsip saya adalah merespon ini. Kita akan segera cek data dan lain-lain,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Koster juga mengungkapkan rencana untuk kembali menaikkan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk subak di Bali, jika terpilih kembali untuk periode kedua.
“Dulu kami berikan Rp 50 juta per subak. Setelah COVID-19, jumlah bantuan berkurang. Sekarang, dengan berakhirnya pandemi, kami akan kembali ke angka Rp 50 juta per subak,” tegas Koster.(ub)





