spot_img
spot_img
BerandaBaliTPK dan RPK Diminta Berperan Aktif Menjaga Stabilisasi Harga Beras di Buleleng

TPK dan RPK Diminta Berperan Aktif Menjaga Stabilisasi Harga Beras di Buleleng

UPDATEBALI.com, BULELENG – Langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga pangan, terutama beras, terus digalakkan di Kabupaten Buleleng. Dalam upaya tersebut, kolaborasi dengan mitra Bulog melalui Toko Pangan Kita (TPK) dan Rumah Pangan Kita (RPK) menjadi salah satu strategi yang dijalankan.

Dengan melibatkan 55 anggota TPK dan RPK di Kabupaten Buleleng, upaya untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga beras medium SPHP (Sumber Pangan Harapan Pangan) dijalankan dengan serius.

TPK dan RPK Diminta Berperan Aktif Menjaga Stabilisasi Harga Beras di Buleleng
TPK dan RPK Diminta Berperan Aktif Menjaga Stabilisasi Harga Beras di Buleleng. Sumber foto: Kominfosanti Buleleng

Pembahasan mengenai distribusi pasokan dan pengendalian harga beras SPHP di RPK dan TPK Kabupaten Buleleng dipimpin oleh Sekretaris Satgas Pangan Buleleng, Ni Made Rousmini.

Baca Juga:  Sekda Badung Hadiri Karya Ngenteg Linggih di Pura Sedan Penyarikan, Banjar Cepaka

Hadir dalam pembahasan ini juga Kepala DisdagperinkopUKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta, serta anggota Satgas Pangan SPHP Buleleng, Made Kawan Yasa. Bertempat di Gedung PLUT Singaraja, pembahasan ini menjadi tonggak penting dalam menjaga ketersediaan dan harga beras yang terjangkau bagi masyarakat.

Ni Made Rousmini menegaskan pentingnya menjaga harga beras sesuai dengan Harga Ecer Tertinggi (HET), yaitu sebesar Rp. 10.900 per kilogram. TPK dan RPK diminta untuk tidak hanya menjual beras sesuai dengan HET, tetapi juga memantau pergerakan pedagang untuk memastikan beras SPHP hanya tersedia bagi masyarakat dan tidak disalahgunakan.

Baca Juga:  Digital Talent Scholarship Kembali Diselenggarakan, Sasar IRT yang Berwirausaha

Tim Satgas Pangan Buleleng akan terus melakukan inspeksi mendadak guna memastikan harga dan pasokan beras sesuai dengan standar yang ditetapkan. Sanksi akan diberlakukan bagi pihak yang melanggar kesepakatan tersebut.

“Kami mengharapkan mitra Bulog untuk tetap mematuhi komitmen yang telah disepakati bersama. Kami siap memberlakukan sanksi bagi yang melanggar,” tegas Ni Made Rousmini.

Sementara itu, anggota Satgas Pangan Bulog SPHP Buleleng, Made Kawan Yasa, mengungkapkan bahwa stok beras SPHP di Buleleng masih terkendali. Setiap minggunya, sebanyak 1 ton beras akan didistribusikan kepada anggota RKP dan 1,5 ton untuk TPK. Dengan pendistribusian yang teratur ini, diharapkan harga beras dapat stabil dan inflasi dapat ditekan di Kabupaten Buleleng.

Baca Juga:  PLN Gerak Cepat Pulihkan Listrik Bali Terdampak Banjir dan Cuaca Ekstrem

“Dengan kerjasama yang solid ini, masyarakat Buleleng dapat menikmati harga beras yang terjangkau berkat subsidi pemerintah,” tutup Made Kawan Yasa.

Kerjasama yang erat antara pemerintah daerah, mitra Bulog, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya beras, demi kesejahteraan bersama. (adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments