UPDATEBALI.com, BADUNG – Majalah Marketing bersama Frontier Group kembali menggelar ajang penghargaan bergengsi Top Brand Award dan Top Brand 100, Selasa 12 Agustus 2025, di The Imperial Ballroom, InterContinental Bali Resort, Jimbaran.
Mengusung tema “Respectful Brand”, acara ini menjadi ajang apresiasi bagi merek-merek unggulan yang mampu mempertahankan dominasi dan relevansi di tengah persaingan pasar yang semakin sengit.
CEO Frontier sekaligus pendiri Top Brand Award, Handi Irawan D., menegaskan bahwa penghargaan ini kini bukan hanya pengakuan atas keberhasilan masa lalu, tetapi juga menjadi indikator kekuatan dan keberlanjutan merek di masa depan.
“Di era perubahan cepat, merek yang bertahan adalah mereka yang mampu menjaga kepercayaan dan loyalitas konsumen,” ujarnya.

Penganugerahan Top Brand Award didasarkan pada hasil Survei Top Brand Fase II-2025, yang melibatkan 12.000 responden di 15 kota besar, termasuk Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Medan. Survei ini dilakukan secara independen dengan metode multistage area random sampling dan purposive sampling untuk memastikan representasi yang akurat, termasuk kategori produk premium.
Kekuatan merek diukur melalui Top Brand Index (TBI), yang mengacu pada tiga parameter utama yakni Top of Mind Awareness – merek pertama yang diingat konsumen saat kategori disebutkan. Kedua Last Used – merek yang terakhir digunakan atau dibeli. Dan ketiga Future Intention – merek yang ingin digunakan kembali di masa depan.
Sebuah merek berhak menyandang predikat Top Brand jika meraih TBI minimal 10% dan masuk tiga besar di kategorinya.
Selain Top Brand Award, Frontier juga memberikan penghargaan Top Brand 100, yang menjadi bentuk apresiasi tertinggi bagi merek-merek yang beroperasi di industri dengan persaingan sangat ketat dan pangsa pasar besar.
Untuk meraih predikat ini, merek harus memenuhi kriteria ketat: sudah menyandang Top Brand, memiliki TBI minimal 15%, dan berada di peringkat dua teratas di kategorinya.
“Top Brand 100 adalah simbol prestise, menandakan bahwa merek tersebut memiliki kompetensi inti, kemampuan membaca tren pasar, serta keterampilan menjalin hubungan kuat dengan konsumen,” jelas Handi.
Ajang ini dihadiri oleh para pelaku industri, pakar pemasaran, dan perwakilan merek ternama, menjadikannya momentum penting untuk memperkuat strategi branding di era persaingan global.(den/ub)





