Minggu, Juni 16, 2024
BerandaBaliSubsidi Pupuk Organik, Jaga Keberlanjutan Pertanian Jatiluwih

Subsidi Pupuk Organik, Jaga Keberlanjutan Pertanian Jatiluwih

UPDATEBALI.comTABANAN – Jumlah kunjungan wisatawan ke Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih di Kecamatan Penebel Tabanan terus meningkat, mencapai rata-rata 1.200 hingga 1.500 pengunjung per hari.

Penyelenggaraan World Water Forum (WWF) juga diharapkan akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah ini.

Menghadapi tantangan ini, manajemen DTW Jatiluwih mengambil langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan pertanian di wilayah yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Salah satu inisiatif penting yang dilakukan adalah pemberian subsidi pertanian kepada para petani di Subak Jatiluwih, dengan fokus pada penggunaan pupuk organik.

Baca Juga:  Budayawan: Pelestarian Gamelan Dimulai dari Sekolah

Manager DTW Jatiluwih, I Ketut Purna, menyatakan bahwa pemberian subsidi pupuk organik ini adalah bukti nyata komitmen manajemen untuk mendukung keberlanjutan pertanian di Jatiluwih. “Tidak hanya memikirkan wisatawan yang datang, tetapi petani juga harus diperhatikan dan diberikan bantuan,” tegasnya.

Setiap tahunnya, manajemen DTW Jatiluwih mengalokasikan anggaran sebesar Rp 700 hingga 800 juta untuk subsidi pupuk organik bagi petani.

Baca Juga:  Pemkab Klungkung Terima LHP  Atas Efektivitas Pengelolaan Barang Milik Daerah Tahun Anggaran 2020 dan Semester I Tahun 2021

“Kami berencana untuk mengubah seluruh lahan pertanian di Subak Jatiluwih seluas 300 hektar menjadi pertanian organik pada tahun 2025,” ungkap Purna.

Program subsidi ini telah dimulai sejak tahun 2023, dengan penerapan secara bertahap. Pada tahap awal, petani menggunakan 25 persen pupuk organik dan 75 persen pupuk kimia. Secara bertahap, proporsi penggunaan pupuk organik akan meningkat hingga mencapai 100 persen pada tahun 2025.

Baca Juga:  Terima Kunker Dewan Ketahanan Nasional, Pj Gubernur Bali Berkomitmen Menjaga Netralitas

Upaya ini menunjukkan komitmen manajemen DTW Jatiluwih dalam menjaga keseimbangan antara pariwisata dan keberlanjutan pertanian, demi kesejahteraan masyarakat lokal dan kelestarian lingkungan.(tia/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments