UPDATEBALI.com, DENPASAR – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menekankan pentingnya pelestarian Bahasa Bali agar tetap eksis dalam kehidupan masyarakat Pulau Dewata.
Pesan tersebut disampaikannya saat menutup Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2024 di Prime Plaza Sanur, Sabtu 12 Oktober 2024.
Dewa Indra menjelaskan bahwa penggunaan Bahasa Bali kini semakin terkikis, terutama dalam komunikasi keluarga sehari-hari.
“Dari pengamatan kita, semakin banyak keluarga yang tidak lagi menggunakan Bahasa Bali di lingkungan rumah. Ini adalah gejala yang perlu kita waspadai,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Bali sebagai daerah dengan kekuatan budaya yang unik tidak bisa dipisahkan dari bahasa daerahnya. “Jika Bahasa Bali semakin hilang, budaya Bali juga akan rapuh, dan daya tarik Bali sebagai destinasi wisata bisa memudar,” tegas Dewa Indra.
Menanggapi penurunan penggunaan Bahasa Bali, pemerintah pusat hingga daerah telah melakukan berbagai langkah strategis.
Salah satunya adalah melalui Perda Nomor 1 Tahun 2018 dan Pergub Nomor 80 Tahun 2018 yang mengatur pelestarian Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali.
Pemprov Bali juga menyelenggarakan Bulan Bahasa Bali setiap awal tahun sebagai salah satu bentuk konkret pelestarian bahasa daerah.
Penutupan FTBI 2024 turut dimeriahkan oleh penampilan pemenang lomba dari berbagai kategori seperti masatua Bali, matembang sekar alit, bebanyolan, dan nyurat Aksara Bali.
Anak-anak seperti I Komang Teguh Adnyana, pemenang Lomba Masatua Bali, memperlihatkan potensi generasi muda dalam melestarikan bahasa daerah.
Di akhir acara, Sekda Dewa Indra mengapresiasi pemerintah pusat dan daerah yang terus bersinergi dalam menjaga keberlangsungan bahasa ibu. Ia optimistis bahwa generasi muda akan terus melestarikan Bahasa Bali. (yud/ub)





