spot_img
spot_img
BerandaBaliSanggar Santhi Budaya Buleleng Hadirkan Tiga Karya Atraktif di Panggung Gong Kebyar...

Sanggar Santhi Budaya Buleleng Hadirkan Tiga Karya Atraktif di Panggung Gong Kebyar Anak-anak PKB XLVII

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Panggung terbuka Ardha Candra di Art Center Denpasar kembali bergemuruh oleh semangat seni generasi muda dalam ajang Utsawa Gong Kebyar Anak-anak Kabupaten Buleleng, bagian dari Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian malam itu datang dari Sanggar Santhi Buday, yang mempersembahkan tiga sajian menarik penuh pesan budaya.

Tiga garapan yang ditampilkan meliputi **Tabuh Kreasi “Sasuluh”, Tari Sweta Pangkaja, dan pertunjukan Medolanan “Benteng-bentengan” yang sarat makna edukatif dan hiburan.

Penampilan mereka berhasil menyedot antusiasme ribuan penonton yang hadir, baik warga Buleleng maupun pengunjung dari kabupaten lain. Perpaduan musikalitas, koreografi yang ekspresif, dan elemen teatrikal pada bagian dolanan menciptakan suasana meriah. Tawa dan tepuk tangan riuh mewarnai adegan lucu yang dimainkan oleh para penari cilik dalam garapan dolanan.

Baca Juga:  Ringankan Beban Pelaku Usaha Hiburan, Pemkab Badung Rumuskan Kebijakan Pengurangan Pajak Hiburan

I Gusti Ngurah Eka Prasetya, pembina Sanggar Santhi Budaya, mengungkapkan bahwa seluruh konsep pertunjukan digarap tidak hanya untuk memamerkan keterampilan seni anak-anak, tetapi juga mengangkat nilai-nilai luhur budaya Bali.

“Benteng-bentengan ini kami pilih karena simboliknya kuat—menanamkan jiwa kepahlawanan dan semangat menjaga tanah air, bahkan sejak usia dini,” tutur Gus Eka pada Selasa, 24 Juni 2025.

Baca Juga:  Sinergi dengan BPD Bali, Pemkab Jembrana Tanam 250 Bibit Bambu Petung untuk Pelestarian Jegog

Yang menarik, dalam dolanan anak-anak ditampilkan konsep lintas zaman. Beberapa adegan menggambarkan kehidupan anak-anak masa lalu yang penuh permainan tradisional disandingkan dengan realitas anak-anak masa kini yang lekat dengan teknologi digital. Pendekatan ini dimaksudkan untuk menggugah kesadaran generasi muda agar tidak melupakan akar budayanya.

Gus Eka juga menyampaikan bahwa persiapan garapan tabuh dilakukan selama lima bulan, sementara dua garapan lainnya masing-masing memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga bulan. Seluruh peserta merupakan anak-anak binaan sanggar yang aktif mengikuti pelatihan sejak awal tahun.

Baca Juga:  Walikota Denpasar Terima Audensi Pasraman Satyam Eva Jayate

Secara keseluruhan, sebanyak 132 orang terlibat langsung, terdiri dari penabuh, penari, serta tim pendukung lainnya.

“Lewat pementasan ini, kami ingin menunjukkan bahwa seni tradisional tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang dan mampu berbicara dalam konteks kekinian,” ujarnya penuh semangat.

Penampilan Sanggar Santhi Budaya menjadi salah satu bukti bahwa seni dan budaya Bali tetap hidup serta mampu membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan berakar kuat pada jati diri bangsanya.(adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments