UPDATEBALI.com, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi membuka Sabdha Kite Festival V yang diinisiasi oleh Rare Angon Sabda dari Sekaa Teruna Bakti Dharma Banjar Kangin Pecatu, Minggu, 31 Agustus 2025 di Lapangan PT. Indowisata Makmur, Pecatu.
Festival layangan tahunan ini diikuti oleh 615 peserta dari berbagai kategori, mulai anak-anak hingga dewasa, termasuk kategori big size.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa juga menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 30 juta sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap kreativitas pemuda Badung yang konsisten menggelar kegiatan budaya.
“Sabdha Kite Festival bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi menjadi sarana memperkuat persatuan generasi muda, sekaligus memperkaya citra Bali sebagai destinasi wisata berbasis budaya. Dengan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan generasi muda, festival ini mampu meningkatkan daya tarik pariwisata Pecatu dan Badung,” ujar Adi Arnawa.
Adi Arnawa menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dalam situasi sosial yang berpotensi menimbulkan kericuhan.
“Pariwisata hanya dapat tumbuh dalam suasana aman dan nyaman. Karena itu mari bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah, apalagi Pecatu sedang berkembang sebagai destinasi wisata unggulan,” tegasnya.
Bupati juga menyinggung tantangan ketersediaan air bersih di Pecatu, yang menurutnya sedang dicarikan solusi oleh pemerintah daerah melalui langkah-langkah preventif untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.
Perbekel Pecatu, I Made Karyana Yadnya, mengapresiasi konsistensi Sekaa Teruna Bakti Dharma dalam menjaga tradisi.
“Kami mendukung penuh kegiatan kepemudaan seperti ini. Pemerintah desa juga sudah mengalokasikan anggaran rutin agar festival dapat terus berkembang dan menjadi daya tarik wisata,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, I Komang Alit Sugiarta, menjelaskan festival tahun ini mengangkat tema “Yowana Samhita Aksakata” yang bermakna Kebersamaan Generasi Muda dalam Wadah Budaya Berkelanjutan.
Ia berharap festival layangan ini bisa menjadi wadah penyaluran kreativitas dan hobi generasi muda sekaligus menjaga kelestarian budaya di tengah modernisasi.
Turut hadir dalam festival ini perwakilan Camat Kuta Selatan, Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta, Ketua BPD, LPD, LPM, serta masyarakat pecinta layangan yang antusias menyaksikan jalannya perlombaan.(den/ub)





