UPDATEBALI.com, DENPASAR – Bertepatan dengan hari raya Purnama Katiga, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri serangkaian upacara Melaspas di dua lokasi berbeda di Sanur pada Selasa, 17 September 2024.
Upacara pertama berlangsung di Pura Kahyangan Desa Adat Sanur di Jalan Hang Tuah, Sanur, dan yang kedua di Area Petunon Desa Adat Sanur di Jalan Matahari Terbit Sanur.
Upacara Melaspas di Pura Kahyangan Desa Adat Sanur dipuput oleh Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari dari Griya Wanasari Sanur, sementara upacara di Petunon Desa Adat Sanur dipuput oleh Ida Pedanda Putra Kaleran dari Griya Kaleran Sanur.
Walikota Jaya Negara mengikuti rangkaian prosesi dengan menghadiri Pura Kahyangan terlebih dahulu, sebelum melanjutkan ke Petunon Desa Adat Sanur untuk prosesi Mendem Pedagingan di Pelinggih Baerawi dan diakhiri dengan persembahyangan bersama.
Acara dihadiri juga oleh Gubernur Bali periode 2018-2023, Wayan Koster, Angga Griya Jero Gede Sanur, Ida Bagus Ngurah Kumbayana, Jro Bendesa Adat Sanur, Ida Bagus Sudiraharja, Anggota DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, serta sejumlah undangan dari kalangan adat dan OPD terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Upacara Melaspas, Mendem Pedagingan, dan Mecaru sebagai tanda rampungnya perluasan Pura Kahyangan dan kesiapan penggunaan Petunon Desa Adat Sanur.
“Sinergi antara Pemkot Denpasar, masyarakat, dan pengusaha di Sanur dalam mewujudkan pembangunan ini merupakan bentuk dari spirit Vasudhaiva Kutumbakam, yaitu persaudaraan yang erat. Semoga fasilitas yang ada di Petunon Desa Adat Sanur mempermudah masyarakat dalam melaksanakan upacara Pitra Yadnya dan Ngaben,” ujarnya.
Ketua Panitia Karya, Ida Bagus Oka Widiyadnya, menjelaskan bahwa pembangunan Pura Kahyangan Desa Adat Sanur mencakup pembangunan tembok penyengker, kuri-kuri (pintu), bale kulkul, perantenan (dapur), dan Tunggun Karang.
Sementara, Area Petunon Desa Adat Sanur yang seluas 58 are mencakup empat unit Pebasmean (pembakaran jenazah), satu Bale Layon, satu Bale Pesandekan, satu Bale Gong, satu Bale Serba Guna, dan dua Bale Pemiosan, serta berbagai fasilitas krematorium.
Ida Bagus Oka Widiyadnya menambahkan bahwa pembangunan ini dimulai lima bulan lalu dan akan siap digunakan oleh masyarakat mulai Oktober mendatang. Selain penataan Pura Kahyangan dan Petunon, juga dilakukan penataan area UMKM, parkir Matahari Terbit, Pantai Bangsal, dan Cargo Pantai Bangsal, yang terintegrasi dengan penataan sebelumnya di Pelabuhan Sanur.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Kota Denpasar dan kerjasama dengan pengusaha di Sanur. Pembangunan ini akan mempermudah masyarakat dalam melaksanakan upacara Pitra Yadnya dan Ngaben,” ujar Ida Bagus Oka Widiyadnya, yang juga menjabat Direktur Krematorium Desa Adat Sanur. (per/ub)





