UPDATEBALI.com, JAKARTA – Sebagai pertanggungjawaban atas amanah sebagai Penjabat (Pj.) Gubernur Bali sejak 5 September 2023, Sang Made Mahendra Jaya kembali menyampaikan Laporan Capaian Kinerja Penjabat Gubernur Bali periode 5 Maret 2024 – 5 Juni 2024.
Dalam paparannya dengan tagline “Ngrombo – Satu Hati, Satu Kata, Satu Tindakan”, disampaikan secara langsung dihadapan Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri RI, Jl. Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu 5 Juni 2024.
Pj. Gubernur Bali beserta rombongan diterima oleh Stafsus Mendagri Dr. Kastorius Sinaga, Sekretaris Inspektorat Jenderal M. Husin Tambunan, Inspektur I Inspektorat Jenderal Brigjen Pol. Rustam Mansur, Inspektur III Inspektorat Jenderal Dr. Elfin Elyas, S.Sos, M.Si, Plh. Inspektur IV Inspektorat Jenderal Ihsan Dirgahayu S.STP., M.AP beserta beberapa jajaran lainnya. Meski Inspektur Jenderal Inspektorat Jenderal Komjen Pol. Tomsi Tohir, M.Si berhalangan hadir karena menghadiri kegiatan penting lainnya.
Dalam laporannya, Pj. Gubernur Bali menyampaikan capaian kinerja pada triwulan ketiga masa jabatannya, yang mencakup 10 aspek utama, antara lain pengendalian inflasi, penanganan stunting, BUMD, pelayanan publik, penanganan pengangguran, penuntasan kemiskinan ekstrem, kesehatan, anggaran, kegiatan unggulan, dan perizinan.
Pj. Gubernur Bali, S. M. Mahendra Jaya, menjelaskan berbagai upaya yang dilakukan, seperti intensifikasi strategi 4K dalam pengendalian inflasi, termasuk pemantauan harga dan pasokan komoditas strategis melalui aplikasi SiGapura, serta operasi pasar secara insidentil dan optimalisasi peran Perumda Pangan Provinsi Bali dan Paiketan Perumda Pangan se-Bali. Selain itu, upaya penguatan distribusi rantai pasok, pemanfaatan perdagangan digital, dan pembangunan pasar induk turut ditekankan.
“Selain itu, terdapat program-program khusus dalam penanganan stunting, seperti Penggerakan Aksi Bergizi, sarapan bersama, dan program Bumil Sehat melalui screening kesehatan dan edukasi gizi. Upaya penuntasan kemiskinan ekstrem dilakukan dengan pola “Ngrombo”, melibatkan berbagai pihak termasuk filantropis dan orang tua asuh,” ucapnya.
Laporan tersebut juga mencakup perkembangan BUMD, penguatan pelayanan publik, penanganan pengangguran, kesehatan, anggaran, kegiatan unggulan, dan perizinan. Salah satu program unggulan yang disosialisasikan adalah pungutan bagi wisatawan asing, yang telah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 101.543.250.000,- dari 676.955 wisatawan, untuk mendukung program pelestarian kebudayaan dan pemeliharaan alam.
Paparan Pj. Gubernur Bali mendapat apresiasi dari Stafsus Mendagri Dr. Kastorius Sinaga, yang menyatakan dukungan atas berbagai program baru yang belum dilakukan oleh daerah lain, seperti program pungutan terhadap wisatawan asing. Sinaga juga menekankan pentingnya upaya pelestarian budaya dan alam yang dilakukan oleh Pemprov Bali dibawah kepemimpinan Mahendra Jaya.(yud/ub)





