UPDATEBALI.com, BULELENG – Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, memimpin aksi tanggap darurat dalam penanganan pohon tumbang yang melanda beberapa wilayah Kabupaten Buleleng pada malam Hari Raya Kuningan kemarin, pada Sabtu, 9 Maret 2024.
Hujan deras yang disertai angin kencang telah menyebabkan bencana alam termasuk pohon tumbang, banjir, dan longsor di sejumlah titik.
Pj Bupati Buleleng, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali, tak tinggal diam di tengah bencana ini. Bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, mereka secara langsung memimpin penanganan pohon tumbang di beberapa lokasi terdampak.
Salah satu titik yang menjadi fokus penanganan adalah di Desa Kalianget. Di sana, Pj Bupati Buleleng bersama dengan aparat TNI dan Polri memberikan arahan dan bantuan dalam upaya membersihkan pohon yang tumbang tersebut.
Dalam keterangannya, Lihadnyana menjelaskan bahwa hujan lebat yang terjadi pada Hari Raya Kuningan menjadi pemicu utama dari sejumlah bencana, termasuk pohon tumbang, longsor, dan banjir. Dia menegaskan keinginannya untuk memastikan bahwa penanganan bencana dilakukan dengan cepat dan efisien, terutama karena kejadian ini terjadi di tengah perayaan Hari Raya Kuningan.
“Saya ingin memastikan semuanya berjalan lancar. Terlebih lagi ini terjadi saat kita merayakan Hari Raya Kuningan. Kita ingin penanganan segera,” ujarnya.
Selain itu, Pj Bupati juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk mengantisipasi dan menanggapi bencana yang mungkin terjadi di musim hujan ini. Dia juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana di masa yang akan datang.
Dari data yang diterima dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Buleleng, hingga pukul 20.00 WITA, telah terjadi 32 kejadian bencana. Pohon tumbang mendominasi dengan 19 kejadian, diikuti oleh banjir sebanyak delapan kejadian, longsor tiga kejadian, bangunan roboh satu kejadian, dan angin puting beliung satu kejadian.
Ariadi Pribadi, Kepala BPBD Buleleng, menyatakan bahwa mayoritas kejadian pohon tumbang disebabkan oleh hujan deras yang disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Buleleng.
Kegigihan dan kesigapan Pj Bupati Buleleng beserta aparat dan relawan dalam menangani bencana ini memberikan harapan bagi masyarakat terdampak. Semoga langkah-langkah cepat dan tepat yang diambil dapat membantu memulihkan kondisi di Kabupaten Buleleng pasca-bencana. (adv/ub)





