UPDATEBALI.com, DENPASAR – Pertamina Patra Niaga bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di Bali sejak Rabu, 10 September 2025.
Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Region Manager Retail Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Deny Sukendar, kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, didampingi Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta.
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, susu anak, makanan siap konsumsi, air mineral, selimut, handuk, tabung gas, hingga paket makan siang.
Selain itu, Pertamina juga menurunkan tim untuk penyedotan air, pembersihan fasilitas umum, serta memberikan peralatan tambahan seperti alat pemotong pohon dan Alat Pelindung Diri (APD).
Distribusi bantuan dilakukan melalui unit-unit Pertamina Patra Niaga yang ada di Bali, di antaranya Aviation Fuel Terminal Ngurah Rai, Fuel Terminal Sanggaran, Integrated Terminal Manggis, dan Sales Area Retail Bali. Bantuan ini didistribusikan setiap hari agar masyarakat terdampak dapat segera terbantu.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemangku kepentingan lain.
“Pertamina Patra Niaga juga bersinergi dengan seluruh Pertamina Group untuk memastikan penyaluran bantuan cepat, tepat, dan terpadu sehingga para korban maupun pengungsi tetap mendapat perhatian di tengah keterbatasan,” ujarnya.
Banjir besar di Bali sendiri dipicu hujan deras yang terjadi sejak Selasa, 9 September 2025, diperparah dengan drainase yang tersumbat sampah serta alih fungsi lahan. Kondisi tersebut membuat aliran air menuju sungai tersendat hingga meluap ke pemukiman.
Berdasarkan data BPBD Provinsi Bali per 12 September 2025, bencana ini menyebabkan 163 titik banjir, 64 titik tanah longsor, 35 titik pohon tumbang, 2 jembatan rusak, 3 ruas jalan rusak, serta 21 titik irigasi dan bangunan terdampak.
Total korban jiwa tercatat 18 orang meninggal dunia, 2 orang hilang, dan 436 orang mengungsi.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberi manfaat dan meringankan beban masyarakat terdampak, sekaligus membantu mereka segera bangkit dari kondisi darurat,” tutup Ahad.(yud/ub)





