spot_img
spot_img
BerandaBaliPertamina Patra Niaga Dorong UMKM Kuliner Fast Food Gunakan Bright Gas di...

Pertamina Patra Niaga Dorong UMKM Kuliner Fast Food Gunakan Bright Gas di Bali

UPDATEBALI.com, DENPASAR — Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Sales Area Retail Bali terus memperluas penggunaan LPG Non-PSO Bright Gas dengan menjalin kerja sama Business to Business (B2B) bersama pelaku UMKM kuliner fast food di seluruh Bali.

Inisiatif ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi bagi pelaku usaha menengah ke atas, khususnya di sektor kuliner, yang membutuhkan pasokan LPG dalam jumlah besar dengan aman dan sesuai regulasi. Bright Gas tersedia dalam kemasan 5,5 kg, 12 kg, dan 50 kg, dengan pengiriman cepat dari agen resmi NPSO Pertamina. Selain menjamin keaslian produk, Pertamina juga memberikan layanan purna jual (after sales service) untuk memastikan operasional mitra usaha tetap lancar.

Baca Juga:  Patung Setinggi 3 Meter Akan Hiasi Jembatan di Kawasan Heritage Gajah Mada Denpasar

“Selain pasokan yang terjamin, mitra usaha juga mendapatkan layanan pengiriman langsung, after sales service, serta peluang menjadi sub-penyalur Bright Gas,” ungkap Sales Area Manager Retail Pertamina wilayah Bali, Endo Eko Satryo pada Kamis, 15 Januari 2026.

Pertamina mencatat tantangan penggunaan LPG subsidi (PSO) di sektor usaha yang berisiko menimbulkan penyelewengan subsidi dan potensi keselamatan. Oleh karena itu, perusahaan mendorong para pelaku kuliner dan fast food beralih ke Bright Gas Non-PSO.

Sejumlah mitra telah menjalin kerja sama, antara lain Ayam Crispy Kriuk (ACK), Laundry Sung, BUPDA Canggu, dan BUPDA Dalung, yang implementasinya melalui sosialisasi bersama pemerintah daerah, inspeksi terpadu, hingga penandatanganan MoU.

Baca Juga:  Serangkaian Hut ke 234 Kota Denpasar, Jaya Negara - Arya Wibawa Pimpin Persembahyangan Bersama di Pura Lempuyang Luhur

Hasilnya, program B2B Bright Gas di Bali menunjukkan pertumbuhan positif, dengan penjualan meningkat 391 persen, setara 3.194 metrik ton (MT). Pertamina Patra Niaga juga telah menandatangani MoU B2B dengan lebih dari seratus outlet ACK, sehingga total outlet Bright Gas di Bali mencapai 1.302 outlet.

“Pertumbuhan penjualan Bright Gas di Bali mencapai 391 persen. Ini menunjukkan bahwa pelaku usaha semakin sadar pentingnya penggunaan LPG Non-PSO yang aman dan tepat sasaran, terutama di sektor kuliner dan fast food,” jelas Endo.

Selain itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menambahkan bahwa program ini sejalan dengan peraturan pemerintah untuk memastikan outlet fast food menggunakan Bright Gas sesuai regulasi.

Baca Juga:  MSCI Soroti Perbaikan Free Float, OJK Optimistis Daya Saing Pasar Modal Meningkat

“Program B2B Bright Gas ini merupakan komitmen Pertamina dalam mendukung UMKM kuliner agar menggunakan energi yang aman, berkualitas, dan sesuai regulasi. Selain meningkatkan penjualan Bright Gas, program ini juga menjadi upaya bersama mencegah penyalahgunaan LPG subsidi,” ujar Ahad.

Pertamina Patra Niaga wilayah Bali masih membuka peluang bagi UMKM kuliner dan bisnis lainnya untuk bergabung dalam program B2B Bright Gas. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Pertamina Contact Center 135.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments