spot_img
spot_img
BerandaBaliPerayaan Emas Vihara Empu Astapaka, Bupati Kembang Ajak Masyarakat Rawat Nilai Toleransi...

Perayaan Emas Vihara Empu Astapaka, Bupati Kembang Ajak Masyarakat Rawat Nilai Toleransi dan Kedamaian

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menghadiri perayaan ulang tahun emas ke-50 Vihara Empu Astapaka yang berlokasi di Jalan Gilimanuk-Cekik, Lingkungan Jineng Agung, Minggu, 7 Juni 2026.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kembang juga menandatangani prasasti dan meresmikan plang nama vihara sebagai penanda perjalanan setengah abad rumah ibadah tersebut dalam melayani umat dan masyarakat.

Perayaan ulang tahun emas Vihara Empu Astapaka diawali dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Sejak pagi, umat melaksanakan aksi peduli lingkungan melalui penanaman pohon dan pelepasan satwa di areal Kuburan Gilimanuk. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ritual Pindapatta serta Dana Makan bersama para Bhikkhu Sangha.

Puncak perayaan berlangsung pada sore hari dengan agenda Pemberkahan Plang Nama Vihara, Penandatanganan Prasasti 50 Tahun, dan Waisaka Puja yang diikuti umat Buddha serta sejumlah tokoh masyarakat.

Baca Juga:  Posyandu Bertransformasi, Rasniathi Adi Arnawa Ajak Kader Jadi Garda Depan Pelayanan Publik

Dalam sambutannya, Bupati Kembang Hartawan menyampaikan apresiasi atas eksistensi Vihara Empu Astapaka yang selama lima dekade telah menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Jembrana.

“Lima puluh tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Jika pada manusia usia ini sudah mulai diingatkan dokter untuk mengurangi gula dan kopi. Namun bagi sebuah vihara, usia 50 tahun justru menunjukkan kematangan, keteguhan, dan keberlanjutan dalam melayani umat serta masyarakat,” ucap Bupati Kembang yang disambut tepuk tangan hadirin.

Menurutnya, peringatan ulang tahun emas ini tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan panjang sebuah rumah ibadah, tetapi juga merayakan dedikasi dalam menanamkan nilai-nilai kebajikan, toleransi, kedamaian, dan cinta kasih kepada sesama.

Baca Juga:  Momentum Hari Disabilitas Internasional, Bupati Jembrana Dorong Pembangunan yang Ramah Disabilitas

Bupati Kembang menambahkan, prasasti yang ditandatangani tersebut akan menjadi catatan sejarah bagi generasi mendatang bahwa Vihara Empu Astapaka tumbuh dan berkembang berkat dukungan serta ketulusan banyak pihak yang peduli terhadap kerukunan umat beragama.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Jembrana yang selama ini mampu menjaga keberagaman sebagai kekuatan bersama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Di Jembrana, perbedaan bukan alasan untuk kita berjarak, tetapi justru menjadi kekuatan untuk saling menghormati. Vihara Empu Astapaka telah menjadi bagian penting dalam merawat semangat kebersamaan tersebut,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Bupati berharap Vihara Empu Astapaka terus berkembang menjadi pusat pembinaan generasi muda yang bijaksana serta menjadi sumber inspirasi, kedamaian, dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga:  Bupati Tamba Kagumi Akulturasi Budaya di Upacara Petik Laut Candikusuma

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Empu Astapaka, Pandita Sudiarta Indrajaya, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan Pemerintah Kabupaten Jembrana, khususnya Bupati Kembang Hartawan.

“Saya haturkan terimakasi untuk Bapak Bupati kita tercinta yang tidak pernah absen memberi dukungan atas segala kegiatan yang kita laksanakan terutama hari ini dalam ulang tahun ke 50 Vihara Empu Astapaka,” ujar Pandita Sudiarta.

Rangkaian peringatan ulang tahun emas ditutup dengan pementasan Wayang Sutasoma yang mengangkat pesan persatuan dalam keberagaman, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga harmoni di tengah perbedaan agama, budaya, dan bahasa.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments