Minggu, Juni 16, 2024
BerandaBaliBadungPengendalian Inflasi di Kabupaten Badung, HLM TPID Sebagai Solusi Strategis

Pengendalian Inflasi di Kabupaten Badung, HLM TPID Sebagai Solusi Strategis

UPDATEBALI.com, BADUNG – Dalam upaya pengendalian inflasi di Kabupaten Badung, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengadakan rapat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID) yang bertempat di Ruang Rapat Sekda Puspem Badung. Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari Bank Indonesia, Perusda, Perumda, dan instansi terkait lainnya.

Sekda Adi Arnawa menekankan pentingnya menyamakan persepsi dan menggerakkan semua pihak untuk mendorong peningkatan nilai tukar petani. Langkah ini diharapkan dapat mencegah alih fungsi lahan pertanian yang marak terjadi. Ia menyarankan agar hasil panen petani dibeli langsung oleh pihak terkait sehingga harga tetap stabil dan inflasi terkendali.

“Dalam rangka mengatasi alih fungsi lahan, dibutuhkan komitmen semua pihak dengan bekerja sama secara berkelanjutan dengan para petani. Perumda harus melakukan upaya kerjasama dengan pihak-pihak terkait melalui MoU. Tujuan rapat HLM TPID ini adalah untuk meningkatkan komunikasi yang efektif dan sinergis antar TPID se-Kabupaten Badung sebagai upaya proaktif dalam menjaga stabilitas harga melalui ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi,” ujar Adi Arnawa.

Baca Juga:  Ketua DPRD Tabanan Lakukan Pembersihan di Area Patung Kebo Iwa, Bedha

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, G.A. Diah Utari, menegaskan pentingnya peran Perusda dan Perumda dalam pengendalian inflasi. Ia berharap koordinasi yang baik dapat terjalin antara Kabupaten/Kota dengan Provinsi sehingga data hasil panen petani dapat terpantau dengan baik, seperti data surplus gabah dan lokasi panen.

“Kami berharap agar fungsi Perusda dan Perumda sebagai pelaku kerjasama dapat berjalan dengan baik dan sinergis. Kami juga ingin agar Dinas Pertanian di seluruh Kabupaten/Kota yang dikoordinir oleh Provinsi bisa menyentuh data terkait hasil panen petani,” ungkapnya.

Baca Juga:  Usulan Voucher Tourism Levy akan Disusun Lebih Lanjut bersama Pelaku Pariwisata

Ia juga menambahkan bahwa pasar induk di Provinsi Bali dapat berperan sebagai penentu harga dan sumber informasi pasar yang melayani pemasok serta pemasar eceran, sehingga distribusi ke pasar lain bisa lebih efisien.

Direktur BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menekankan perlunya dukungan dari seluruh Perusda di Bali untuk menurunkan inflasi ke level yang rendah dan stabil. Ia menyebutkan bahwa BPD Bali telah mengambil langkah-langkah konkret untuk mendukung kesejahteraan petani melalui kredit KUA dan kredit prioritas sektor pertanian dengan suku bunga rendah.

“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat selalu berkoordinasi dengan baik guna menjaga stabilitas harga. Kami dari BPD Bali telah melakukan upaya untuk mensejahterakan petani melalui kredit KUA dan kredit prioritas sektor pertanian dengan suku bunga rendah,” jelasnya.

Baca Juga:  Kemendikbudristek Tetapkan 19 Usulan kebudayaan Bali jadi WBTB

Rapat ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ida Bagus Gede Arjana, Kepala Kantor BI Provinsi Bali G.A. Diah Utari, Direktur PD Pasar Mangu Giri Sedana I Wayan Suryantara, Direktur PT. Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma, Staf Ahli Bupati Badung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan I Gst. AG. Trisna Dewi, Kabag Ekonomi A.A. Sagung Rosyawati, serta perwakilan dari dinas terkait di Lingkungan Pemkab Badung. Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah strategis yang konkret dalam mengendalikan inflasi di Kabupaten Badung. (den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments